Dolar AS Melemah, PPI yang Landai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (13 Agustus), setelah data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,1% ke level 99,94, sekaligus berpotensi mengakhiri tren penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan dolar terjadi ketika pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan moneter AS. Data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen mulai mereda, memperkuat pandangan bahwa The Fed memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi dolar karena ekspektasi suku bunga merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik aset berbasis mata uang AS. PPI AS Melambat, Tekanan Inflasi Mulai Mereda Data PPI AS untuk Juli ...
Wall Street Bergerak Campuran Menjelang Rilis CPI AS, Investor Pantau Harga Energi dan Suku Bunga The Fed Pasar saham Amerika Serikat bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, ketika investor mencermati perkembangan harga energi dan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Pergerakan indeks utama Wall Street relatif terbatas karena pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi katalis utama bagi pasar. Indeks S&P 500 , Dow Jones, dan Nasdaq 100 bergerak dalam kisaran sempit. S&P 500 bahkan sempat menguji area rekor sebelum momentum penguatan kembali terbatas. Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 14,4 poin atau 0,03% menjadi 53.961,6. Sementara itu, S&P 500 naik 14,4 poin atau 0,19% ke 7.767,51 dan Nasdaq Composite menguat 66,8 poin atau 0,25% ke 26.672,17. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor belum mengambil posisi agresif karena masih men...