Langsung ke konten utama

Postingan

Harga Minyak Brent Menguat, Ancaman Perang AS-Iran dan Gangguan Selat Hormuz Bayangi Pasokan Global Newsmaker.id – Harga minyak mentah dunia jenis Brent kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat (30/10/2026), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar energi global. Kontrak Brent pengiriman Desember bergerak di sekitar US$113 per barel, sementara kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan berada di kisaran US$111 per barel. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa harga minyak masih memiliki daya tahan meskipun sepanjang pekan mengalami fluktuasi akibat tarik-menarik antara risiko konflik Timur Tengah dan harapan tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomasi. Secara keseluruhan, Brent telah mencatat kenaikan sekitar 12% sepanjang Oktober, menjadikannya salah satu periode penguatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga minyak tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan...
Postingan terbaru
Harga Minyak Dunia Turun, Diplomasi AS–Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan Energi Newsmaker.id — Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), memperpanjang penurunan selama dua sesi berturut-turut di tengah meningkatnya upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Perkembangan tersebut mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama risiko gangguan pasokan energi dan jalur pelayaran strategis di Timur Tengah. Minyak mentah Brent bergerak di kisaran US$115,95 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$103,33 per barel. Koreksi ini terjadi setelah harga minyak melonjak pada pekan sebelumnya hingga mendorong Brent mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Sebelumnya, pelaku pasar meningkatkan premi risiko akibat kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi serta gangguan distribusi minyak melalui jalur pelayaran...
Harga Emas Dunia Tertekan di Bawah US$4.000, Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya Newsmaker.id — Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (26/10/2026), setelah mengalami penurunan mingguan terdalam sejak Juni. Emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.996,80 per troy ounce pada pukul 06.18 WIB, setelah terkoreksi lebih dari 4% sepanjang pekan sebelumnya. Tekanan tersebut mencerminkan perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), meningkatnya risiko inflasi akibat mahalnya energi, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar global. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober. Keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya, terutama ketika pasar menghadapi dilema antara tekanan inflasi yang belum mereda dan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Di tengah situasi tersebut, level p...
Bitcoin Bangkit ke US$82.477, Pasar Kripto Menguat! Investor Waspadai Keputusan The Fed 28 Oktober Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) memimpin penguatan di tengah membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. Bitcoin naik sekitar 1,2% ke kisaran US$82.477 per koin, sedangkan Ethereum menguat ke sekitar US$2.430. Sejumlah altcoin utama, termasuk Solana (SOL) dan XRP, turut mencatatkan kenaikan. Meski momentum positif mulai terlihat, investor masih berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober yang berpotensi menentukan arah pergerakan aset kripto dalam jangka pendek. Pemulihan ini terjadi setelah pasar kripto menghadapi tekanan jual sepanjang pekan sebelumnya, ketika Bitcoin sempat merosot di bawah level psikologis US$80.000. Pergerakan harga yang kembali naik menunjukkan munculnya minat beli setelah koreksi, tetapi belum cukup untuk memastikan bah...
Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Risiko Selat Hormuz dan Penurunan Stok AS Jadi Sorotan Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (16/10), tetapi masih berada di jalur penguatan mingguan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, serta penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Minyak mentah Brent tercatat di US$105,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$97,75 per barel. Secara mingguan, Brent masih menguat sekitar 0,44%, sementara WTI mencatatkan kenaikan yang lebih kuat, mencapai 5,81%. Perbedaan kinerja kedua acuan minyak tersebut mencerminkan pengaruh berbagai faktor regional dan domestik terhadap keseimbangan permintaan serta penawaran energi. Pelemahan harga pada sesi terakhir menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai ...
Pasar Kripto Mulai Menguat, Bitcoin Uji Support US$82.000 di Tengah Ancaman Inflasi AS Pasar kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan pada awal Oktober. Pada perdagangan Senin (12/10), Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$83.600 dengan kenaikan hampir 1%, sementara Ethereum (ETH) menguat sekitar 1,8% ke US$2.540. Penguatan juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama, termasuk BNB di kisaran US$751, XRP US$1,41, Solana US$111,8, Cardano US$0,25, dan Dogecoin US$0,087. Kenaikan tersebut memberikan sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul setelah pasar mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, pemulihan harga belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish. Investor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari arus keluar dana institusional, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), hingga risiko volatilitas menjelang rilis data inflasi terbaru. Dalam kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dan altcoin diperkirakan tetap ...
Minyak Kembali Memanas, Iran Jadi Sorotan dan Risiko Pasokan Meningkat Harga minyak kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran yang berpotensi dilakukan sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi, meskipun hingga kini belum terdapat keputusan final mengenai pelaksanaan operasi militer. Ketidakpastian tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena setiap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu pasokan serta jalur distribusi minyak global. Harga Brent sebelumnya kembali bergerak di sekitar US$101 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$89 per barel. Pada penutupan perdagangan, Brent berada di sekitar US$100,20 per barel dan WTI sekitar US$88,28 per barel. Pasar minyak saat ini tidak hanya memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi, teta...