Harga Emas Turun, Level US$4.000 per Troy Ounce Menjadi Benteng Kuat Investor Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (29 Juni) setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi saling serang. Membaiknya prospek geopolitik di Timur Tengah mendorong sebagian investor mengurangi kepemilikan aset safe haven, sehingga memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Meskipun mengalami penurunan cukup tajam, harga emas tetap mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce . Kemampuan mempertahankan area tersebut menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat dan menjadikan level tersebut sebagai zona dukungan (support) penting bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Kesepakatan AS-Iran Meredakan Permintaan Safe Haven Tekanan terhadap harga emas muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian serangan sebagai langkah awal untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kesepakatan ...
Harga Minyak Bangkit Usai Serangan Dekat Selat Hormuz, Kekhawatiran Pasokan Global Kembali Meningkat Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (26/6) setelah sebelumnya menghapus sebagian besar kenaikan yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Penguatan terbaru terjadi menyusul laporan adanya serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran investor mengenai keamanan jalur distribusi energi paling vital di dunia. Perubahan sentimen pasar berlangsung sangat cepat. Optimisme bahwa pasokan minyak global mulai pulih sempat menekan harga pada awal perdagangan. Namun, insiden keamanan terbaru di sekitar Selat Hormuz membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik yang dapat mengganggu kelancaran distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk Persia. Optimisme Pemulihan Pasokan Sempat Tekan Harga Minyak Pada awal sesi perdagangan, harga minyak bergerak melemah karena pasar menilai kondisi pasokan global mulai menunjukkan...