Dolar AS Tertekan, Data CPI Jadi Penentu Arah Kebijakan The Fed dan Harga Emas Indeks Dolar AS (DXY) masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. DXY bergerak di sekitar level 99,6 seiring pasar mencerna data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Melemahnya pasar tenaga kerja AS kembali mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini karena indikator tersebut berpotensi menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS selanjutnya. Data Tenaga Kerja AS Tekan Dolar Tekanan terhadap dolar AS semakin kuat setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli menunjukkan penurunan tidak terduga sebesar 23.000 pekerjaan. Perkembangan tersebut menjadi sinyal penting bahwa momentum pasar tenaga kerja Amerika ...
Harga Emas Melonjak 4%, Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Anjlok Dorong Reli Terbesar Sejak Februari Harga emas dunia mencatat lonjakan spektakuler pada perdagangan Rabu (5 Agustus) setelah melemah tajamnya dolar Amerika Serikat dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS memicu gelombang pembelian aset safe haven. Reli ini menjadi kenaikan harian terbesar sejak Februari dan kembali mengukuhkan emas sebagai salah satu instrumen investasi yang paling diminati di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Berdasarkan pembaruan pasar terbaru, harga emas spot melonjak 4,4% menjadi US$4.253,36 per troy ounce setelah sempat menyentuh level US$4.264,93, yang merupakan posisi tertinggi sejak 18 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup naik 3,7% ke level US$4.305,20 per troy ounce. Lonjakan tajam tersebut dipicu kombinasi berbagai faktor fundamental, mulai dari pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, melambatnya pasar t...