Harga Emas Bertahan di Kisaran $5.050 Jelang Rilis Nonfarm Payrolls AS Harga emas rebound pada sesi perdagangan Asia hari Rabu dan bertahan di sekitar area $5.050 per ounce, didukung oleh pelemahan dolar AS yang dipicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. Pergerakan ini membantu emas memulihkan sebagian penurunan tipis pada sesi sebelumnya, meskipun potensi kenaikan lanjutan masih terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya Nonfarm Payrolls (NFP). Salah satu katalis utama penguatan emas berasal dari data konsumsi AS yang mengecewakan. Penjualan ritel Amerika Serikat pada bulan Desember tercatat stagnan di 0,0%, lebih rendah dari ekspektasi pasar, setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada bulan sebelumnya. Data ini memperkuat indikasi bahwa momentum belanja konsumen—sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi AS—mulai mendingin. Perlambatan tersebut membuka ruang bagi pasar untuk kembali meningkatkan probabilitas ...
Trump Punya Keunggulan Taktis atas Iran Berkat Harga Minyak Dunia yang Rendah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini dipandang memiliki leverage atau keunggulan strategis lebih besar dalam menghadapi Iran, seiring dengan kondisi harga minyak global yang relatif rendah. Menurut Menteri Energi AS Chris Wright, pasokan minyak dunia saat ini sangat melimpah sehingga Trump tidak perlu khawatir terhadap lonjakan tajam harga minyak, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat ancaman konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan Wright dalam wawancara dengan media CNBC, menyoroti bagaimana harga minyak yang terkendali memberi keuntungan diplomatik dan taktis bagi pemerintahan Trump. ( LinkedIn ) Kondisi harga minyak yang stabil dan bahkan cenderung rendah memberikan ruang bagi strategi Trump untuk menekan Iran dalam negosiasi terkait program nuklirnya tanpa risiko besar terhadap harga energi global. Pasar minyak senantiasa memantau setiap indikasi gangguan paso...