Dolar Tertekan, Yen Melonjak ke Level Terkuat Sejak Februari Dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan terhadap yen Jepang pada perdagangan terbaru. Pasangan USD/JPY merosot ke sekitar 154,43, turun 1,16% dari penutupan sebelumnya di 156,25, setelah sempat menyentuh level 154,06. Pergerakan tersebut membawa yen Jepang ke posisi terkuat sejak Februari sekaligus memperpanjang tren penguatan yen dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan yen terjadi ketika pasar semakin agresif memperhitungkan kemungkinan Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi terhadap normalisasi kebijakan moneter Jepang semakin kuat karena inflasi masih berada di sekitar level yang dinilai konsisten dengan target bank sentral. Kondisi ini membuat investor melihat peluang bahwa BOJ belum selesai dengan siklus pengetatan kebijakan moneternya. Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOJ Tekan USD/JPY Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan yen adalah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku...
Bitcoin Dekati Puncak Agustus, Level US$82.000 Jadi Penentu Arah Berikutnya Harga Bitcoin kembali melonjak tajam pada perdagangan Kamis (3/9), memperkuat pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga berada di bawah US$77.000. Bitcoin menguat sekitar 5% ke kisaran US$81.300 , sekaligus mendekati kembali level tertinggi Agustus di sekitar US$82.000 . Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset berisiko mulai pulih. Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury menjadi katalis utama yang mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Sentimen tersebut semakin kuat setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja. Pelemahan Pasar Tenaga Kerja AS Dukung Bitcoin Salah satu faktor yang menopang reli Bitcoin adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Data ADP yan...