Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Risiko Selat Hormuz dan Penurunan Stok AS Jadi Sorotan Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (16/10), tetapi masih berada di jalur penguatan mingguan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, serta penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Minyak mentah Brent tercatat di US$105,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$97,75 per barel. Secara mingguan, Brent masih menguat sekitar 0,44%, sementara WTI mencatatkan kenaikan yang lebih kuat, mencapai 5,81%. Perbedaan kinerja kedua acuan minyak tersebut mencerminkan pengaruh berbagai faktor regional dan domestik terhadap keseimbangan permintaan serta penawaran energi. Pelemahan harga pada sesi terakhir menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai ...
Pasar Kripto Mulai Menguat, Bitcoin Uji Support US$82.000 di Tengah Ancaman Inflasi AS Pasar kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan pada awal Oktober. Pada perdagangan Senin (12/10), Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$83.600 dengan kenaikan hampir 1%, sementara Ethereum (ETH) menguat sekitar 1,8% ke US$2.540. Penguatan juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama, termasuk BNB di kisaran US$751, XRP US$1,41, Solana US$111,8, Cardano US$0,25, dan Dogecoin US$0,087. Kenaikan tersebut memberikan sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul setelah pasar mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, pemulihan harga belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish. Investor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari arus keluar dana institusional, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), hingga risiko volatilitas menjelang rilis data inflasi terbaru. Dalam kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dan altcoin diperkirakan tetap ...