Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Fokus pada Arus Kapal di Selat Hormuz dan Prospek Perdamaian AS-Iran Harga minyak dunia kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 23 Juni, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Investor terus memantau kondisi arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global. Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah membuat tekanan jual di pasar energi semakin kuat dan mendorong harga minyak bergerak ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Minyak mentah Brent tercatat turun 82 sen atau sekitar 1,1% menjadi US$77,08 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 65 sen atau sekitar 0,9% dan berakhir di level US$73,21 per barel. Selama sesi perdagangan, kedua kontrak acuan tersebut bahkan sempat menyentuh titik terendah dalam hampir empat bulan terakhir, mencerminkan perub...
Yen Jepang Tertekan Dekati Level Terendah 40 Tahun Meski Bank of Japan Naikkan Suku Bunga Nilai tukar yen Jepang kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan setelah melemah ke kisaran 161,5 per dolar AS pada perdagangan Senin. Level tersebut membawa mata uang Jepang mendekati titik terendahnya sejak tahun 1986, menandakan bahwa tekanan jual terhadap yen masih sangat kuat meskipun pemerintah Jepang dan bank sentral telah mengambil berbagai langkah untuk menahan pelemahan mata uang domestik. Kondisi ini menjadi perhatian pasar global karena menunjukkan bahwa faktor eksternal, terutama perbedaan kebijakan moneter antara Jepang dan Amerika Serikat, masih mendominasi pergerakan pasar valuta asing. Pelemahan yen terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan pemerintah Jepang terhadap volatilitas pasar mata uang. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan yang dianggap perlu kapan saja untuk menghadapi pergerakan mata uang yang berleb...