Harga Minyak Brent Melonjak, Risiko Pasokan Global Meningkat Akibat Serangan Houthi Harga minyak dunia kembali menguat di awal pekan, dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Minyak Brent tercatat naik dan diperdagangkan di kisaran $115,30 per barel pada sesi Asia, sementara WTI juga menguat signifikan. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya premi risiko energi yang telah bertahan sejak konflik dimulai, terutama setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan terhadap Israel. Serangan tersebut menandai babak baru dalam konflik regional yang semakin kompleks. Kelompok Houthi menyatakan bahwa operasi militer mereka akan terus berlanjut hingga serangan terhadap Iran dan sekutunya dihentikan. Pernyataan ini langsung meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, terutama karena konflik kini meluas melibatkan lebih banyak aktor dan jalur strategis. Pasar energi global kini tidak hanya fokus pada Selat Hormu...
Dolar AS Tetap Perkasa di Tengah Keraguan De-eskalasi Iran, Pasar Forex Diliputi Ketidakpastian Pasar valuta asing global menunjukkan dinamika yang cepat dan penuh tekanan seiring perubahan sentimen geopolitik yang tajam. Pada perdagangan Rabu, optimisme awal terkait potensi pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sempat meredakan ketegangan. Namun, sentimen tersebut dengan cepat memudar setelah Iran mengisyaratkan keengganannya untuk terlibat lebih jauh dengan AS, menegaskan rapuhnya jalur diplomasi dan menjaga pasar tetap dalam kondisi waspada. Indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) bertahan di dekat level psikologis 100 dan terakhir diperdagangkan di kisaran 99,50. Kekuatan dolar didorong oleh kombinasi permintaan sebagai aset safe haven serta perbedaan suku bunga yang masih menguntungkan Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, investor cenderung mencari perlindungan pada dolar, terutama ketika selera risiko mulai melemah. Di kawasan E...