Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Warsh Redam Risk-On dan Pasar Kripto Mulai Mendingin Harga Bitcoin kembali turun di bawah US$80.000 pada perdagangan Jumat (28/8) setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berkomitmen membawa inflasi kembali menuju target 2%. Pernyataan tersebut mendorong kenaikan yield Treasury jangka pendek dan mengurangi sebagian momentum risk-on yang sebelumnya menjadi salah satu pendorong reli aset kripto. Bitcoin sempat merosot hampir 4% ke sekitar US$76.871 sebelum bergerak lebih stabil. Secara mingguan, pergerakannya relatif datar setelah pada pekan sebelumnya melonjak sekitar 23%. Koreksi terbaru belum menghapus pemulihan besar Bitcoin dari area US$62.000, tetapi harga masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertinggi sekitar US$126.000 yang dicapai pada Oktober lalu. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto kembali sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Ketika invest...
Imbal Hasil Obligasi AS Naik Lagi, Yen Jepang Kembali Tertekan dan USD/JPY Mendekati Level 160 Nilai tukar yen Jepang kembali melemah terhadap dolar AS setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat memberikan dukungan baru terhadap greenback. Pasangan mata uang USD/JPY mengakhiri perdagangan Kamis (20 Agustus) dengan menguat sekitar 0,6% ke level 159,12. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap yen kembali meningkat setelah sebelumnya sempat mendapatkan dukungan dari pelemahan imbal hasil Treasury AS. Kenaikan USD/JPY terjadi ketika investor kembali menjual obligasi pemerintah AS sehingga mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar dibandingkan aset yen, terutama karena selisih imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang masih relatif lebar. Pergerakan pasar juga menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah AS untuk memperluas program pembelian kembali obligasi jangka panjang belum m...