Langsung ke konten utama

Postingan

Harga Emas Dunia Tertekan di Bawah US$4.000, Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya Newsmaker.id — Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (26/10/2026), setelah mengalami penurunan mingguan terdalam sejak Juni. Emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.996,80 per troy ounce pada pukul 06.18 WIB, setelah terkoreksi lebih dari 4% sepanjang pekan sebelumnya. Tekanan tersebut mencerminkan perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), meningkatnya risiko inflasi akibat mahalnya energi, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar global. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober. Keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya, terutama ketika pasar menghadapi dilema antara tekanan inflasi yang belum mereda dan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Di tengah situasi tersebut, level p...
Postingan terbaru
Bitcoin Bangkit ke US$82.477, Pasar Kripto Menguat! Investor Waspadai Keputusan The Fed 28 Oktober Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) memimpin penguatan di tengah membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. Bitcoin naik sekitar 1,2% ke kisaran US$82.477 per koin, sedangkan Ethereum menguat ke sekitar US$2.430. Sejumlah altcoin utama, termasuk Solana (SOL) dan XRP, turut mencatatkan kenaikan. Meski momentum positif mulai terlihat, investor masih berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober yang berpotensi menentukan arah pergerakan aset kripto dalam jangka pendek. Pemulihan ini terjadi setelah pasar kripto menghadapi tekanan jual sepanjang pekan sebelumnya, ketika Bitcoin sempat merosot di bawah level psikologis US$80.000. Pergerakan harga yang kembali naik menunjukkan munculnya minat beli setelah koreksi, tetapi belum cukup untuk memastikan bah...
Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Risiko Selat Hormuz dan Penurunan Stok AS Jadi Sorotan Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (16/10), tetapi masih berada di jalur penguatan mingguan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, serta penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Minyak mentah Brent tercatat di US$105,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$97,75 per barel. Secara mingguan, Brent masih menguat sekitar 0,44%, sementara WTI mencatatkan kenaikan yang lebih kuat, mencapai 5,81%. Perbedaan kinerja kedua acuan minyak tersebut mencerminkan pengaruh berbagai faktor regional dan domestik terhadap keseimbangan permintaan serta penawaran energi. Pelemahan harga pada sesi terakhir menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai ...
Pasar Kripto Mulai Menguat, Bitcoin Uji Support US$82.000 di Tengah Ancaman Inflasi AS Pasar kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan pada awal Oktober. Pada perdagangan Senin (12/10), Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$83.600 dengan kenaikan hampir 1%, sementara Ethereum (ETH) menguat sekitar 1,8% ke US$2.540. Penguatan juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama, termasuk BNB di kisaran US$751, XRP US$1,41, Solana US$111,8, Cardano US$0,25, dan Dogecoin US$0,087. Kenaikan tersebut memberikan sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul setelah pasar mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, pemulihan harga belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish. Investor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari arus keluar dana institusional, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), hingga risiko volatilitas menjelang rilis data inflasi terbaru. Dalam kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dan altcoin diperkirakan tetap ...
Minyak Kembali Memanas, Iran Jadi Sorotan dan Risiko Pasokan Meningkat Harga minyak kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran yang berpotensi dilakukan sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi, meskipun hingga kini belum terdapat keputusan final mengenai pelaksanaan operasi militer. Ketidakpastian tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena setiap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu pasokan serta jalur distribusi minyak global. Harga Brent sebelumnya kembali bergerak di sekitar US$101 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$89 per barel. Pada penutupan perdagangan, Brent berada di sekitar US$100,20 per barel dan WTI sekitar US$88,28 per barel. Pasar minyak saat ini tidak hanya memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi, teta...
Harga Emas di Persimpangan, NFP AS Menjadi Katalis Utama Pergerakan Gold Harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami koreksi tajam sepanjang September. Data PCE Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memberikan ruang bagi logam mulia untuk melakukan rebound karena tekanan inflasi yang lebih lunak dapat mengurangi kebutuhan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat ketat. Spot gold sempat bergerak di sekitar US$4.187 per ons pada perdagangan Kamis , menunjukkan adanya upaya pembentukan momentum pemulihan setelah harga sebelumnya mengalami tekanan besar. Namun, penguatan tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan fundamental sehingga belum dapat dianggap sebagai konfirmasi perubahan tren secara penuh. Perhatian pasar kini beralih kepada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat , yang berpotensi menjadi katalis utama berikutnya bagi harga emas. Data ketenagakerjaan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan ek...
  Harga Emas Stabil di Kisaran US$4.180, Pasar Menanti Sinyal The Fed dan Data Inflasi AS Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penguatan 1,6% pada sesi sebelumnya. Harga emas dunia berada di kisaran US$4.180 per troy ounce ketika investor mulai mengalihkan perhatian pada prospek kebijakan moneter Amerika Serikat dan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat. Pergerakan emas masih berlangsung dalam lingkungan pasar yang kompleks. Di satu sisi, penurunan harga minyak mulai meredakan kekhawatiran mengenai tekanan inflasi yang berasal dari sektor energi. Namun, di sisi lain, kenaikan yield Treasury AS dan pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan logam mulia. Harga Minyak Mulai Mereda, Tekanan Inflasi Energi Berkurang Penurunan harga minyak memberikan sedikit dukungan terhadap prospek inflasi global. Kondisi tersebut terjadi setelah pasokan energi dari Timur Tengah mulai menunjukk...