Harga Minyak Bangkit Usai Serangan Dekat Selat Hormuz, Kekhawatiran Pasokan Global Kembali Meningkat Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (26/6) setelah sebelumnya menghapus sebagian besar kenaikan yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Penguatan terbaru terjadi menyusul laporan adanya serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran investor mengenai keamanan jalur distribusi energi paling vital di dunia. Perubahan sentimen pasar berlangsung sangat cepat. Optimisme bahwa pasokan minyak global mulai pulih sempat menekan harga pada awal perdagangan. Namun, insiden keamanan terbaru di sekitar Selat Hormuz membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik yang dapat mengganggu kelancaran distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk Persia. Optimisme Pemulihan Pasokan Sempat Tekan Harga Minyak Pada awal sesi perdagangan, harga minyak bergerak melemah karena pasar menilai kondisi pasokan global mulai menunjukkan...
Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Fokus pada Arus Kapal di Selat Hormuz dan Prospek Perdamaian AS-Iran Harga minyak dunia kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 23 Juni, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Investor terus memantau kondisi arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global. Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah membuat tekanan jual di pasar energi semakin kuat dan mendorong harga minyak bergerak ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Minyak mentah Brent tercatat turun 82 sen atau sekitar 1,1% menjadi US$77,08 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 65 sen atau sekitar 0,9% dan berakhir di level US$73,21 per barel. Selama sesi perdagangan, kedua kontrak acuan tersebut bahkan sempat menyentuh titik terendah dalam hampir empat bulan terakhir, mencerminkan perub...