Harga Emas Tertahan di Kisaran US$5.200, Pasar Menunggu Data Inflasi AS yang Krusial Pergerakan harga emas global pada perdagangan Asia hari Rabu menunjukkan kecenderungan stabil setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Logam mulia ini diperdagangkan dalam kisaran sempit antara US$5.190 hingga mendekati US$5.200 per troy ounce. Stabilitas harga tersebut mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar yang mulai mengalihkan fokus dari konflik geopolitik menuju data ekonomi penting Amerika Serikat, khususnya laporan inflasi terbaru. Ketegangan geopolitik yang sebelumnya memicu lonjakan harga emas mulai sedikit mereda setelah muncul sinyal bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas. Pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump , yang menyebutkan bahwa operasi militer Amerika di Iran kemungkinan akan segera berakhir, memberikan sentimen yang cukup menenangkan bagi pasar global. Meski...
Bitcoin Menguat di Sesi Asia: Lonjakan Kripto Terjadi di Tengah Volatilitas Geopolitik Global Pasar kripto menunjukkan penguatan signifikan pada sesi perdagangan Asia, dipimpin oleh kenaikan harga Bitcoin dan Ethereum. Momentum positif ini muncul seiring dengan membaiknya selera risiko investor global setelah pasar saham mengalami pemulihan. Meski demikian, volatilitas pasar masih tetap tinggi karena perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang terus memengaruhi sentimen investor, khususnya terkait dampaknya terhadap harga energi dan potensi tekanan inflasi global. Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia kembali menarik perhatian pasar dengan kenaikan harga yang cukup kuat. Dalam perdagangan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$72.634 , mencatat kenaikan sekitar 7,45% dibandingkan penutupan sebelumnya. Selama sesi intraday, harga Bitcoin sempat bergerak dalam rentang US$67.504 hingga US$73.984 , mencerminkan dinamika pasar yang masih fluktuatif namun didominas...