Harga Emas Rebound Tiga Hari Beruntun, Bangkit Kembali di Atas USD 5.000 Harga emas mencatat rebound selama tiga hari berturut-turut dan kembali menembus level psikologis USD 5.000 per ons, menandai kembalinya aksi buy the dip setelah kejatuhan tajam dari rekor tertinggi. Pada perdagangan pagi di Asia, emas spot sempat menguat hingga 1,2%, mencerminkan minat beli yang kembali menguat di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. Pemulihan ini terjadi setelah pekan lalu pasar logam mulia diguncang aksi jual besar-besaran. Meski telah bangkit dalam dua sesi terakhir, harga emas pada penutupan Rabu masih berada sekitar 11% di bawah puncak tertingginya pada 29 Januari. Namun secara tahunan, emas tetap mencatat kenaikan sekitar 15% sejak awal tahun, menegaskan bahwa volatilitas ekstrem kini menjadi tema utama pasar. Pergerakan positif juga terlihat pada perak yang kembali naik ke atas USD 90 per ons. Sebelumnya, perak sempat mencatat penurunan harian terbesar dalam sejarah, sementar...
Harga Minyak Terkoreksi di Asia, “War Premium” Menguap dan Dolar AS Menguat Harga minyak mentah melemah tajam pada sesi perdagangan Asia, Senin 2 Februari 2026, setelah reli sebelumnya tertahan oleh aksi ambil untung dan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan. Minyak Brent turun sekitar USD 2,81 ke level USD 66,51 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah USD 2,70 ke USD 62,51 per barel, atau sekitar 4%. Pergerakan ini menandai koreksi signifikan setelah pasar sebelumnya diperdagangkan dengan premi risiko geopolitik yang tinggi. Tekanan jual muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran “serius” untuk membuka pembicaraan dengan Washington. Pernyataan tersebut langsung memicu penilaian ulang pasar terhadap peluang de-eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Reuters juga melaporkan adanya sinyal tambahan yang menurunkan risiko, termasuk keputusan Iran untuk tidak menggelar latihan angkatan laut di Selat Hormuz. Kombinasi faktor ini membuat premi...