Konflik Hormuz Makin Panas, Pasar Energi Kembali Waspada Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dan membuat pasar energi global berada dalam kondisi waspada. Media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal komersial Iran terkena serangan pada Sabtu, dengan insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu orang. Peristiwa ini menambah daftar gangguan keamanan di kawasan strategis yang menjadi salah satu titik paling penting dalam perdagangan energi dunia. Dalam kejadian terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations Centre (UKMTO) melaporkan sebuah kapal lain terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di Selat Hormuz pada Sabtu malam. Munculnya dua insiden tersebut memperkuat kekhawatiran investor dan pelaku industri pelayaran mengenai meningkatnya risiko terhadap kapal komersial yang melintasi jalur strategis tersebut. Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Pasar Minyak Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat penting bagi perdagangan energi global karena menjadi jalur utama bagi peng...
Treasury Buyback Kurang Nendang, Wall Street Ikut Tertekan oleh Yield dan Harga Minyak Bursa saham Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (9/9), setelah investor menghadapi tekanan dari dua faktor utama, yaitu kenaikan yield Treasury dan lonjakan harga minyak mentah. S&P 500 turun 0,36% menjadi 7.645,67, Nasdaq Composite melemah 0,55% ke 26.276,96, sementara Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,59% dan berakhir di sekitar 52.475. Kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi dan harga energi membuat investor semakin berhati-hati terhadap prospek inflasi serta arah kebijakan Federal Reserve. Pasar sebelumnya berharap program pembelian kembali Treasury oleh Departemen Keuangan AS dapat membantu menopang permintaan obligasi dan menekan yield. Namun, besaran buyback yang diumumkan ternyata belum cukup untuk meredakan kekhawatiran investor. Treasury Buyback US$6 Miliar Belum Mampu Redam Yield Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan rencana membeli kembali T...