Minyak Kembali Memanas, Iran Jadi Sorotan dan Risiko Pasokan Meningkat Harga minyak kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran yang berpotensi dilakukan sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi, meskipun hingga kini belum terdapat keputusan final mengenai pelaksanaan operasi militer. Ketidakpastian tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena setiap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu pasokan serta jalur distribusi minyak global. Harga Brent sebelumnya kembali bergerak di sekitar US$101 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$89 per barel. Pada penutupan perdagangan, Brent berada di sekitar US$100,20 per barel dan WTI sekitar US$88,28 per barel. Pasar minyak saat ini tidak hanya memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi, teta...
Harga Emas di Persimpangan, NFP AS Menjadi Katalis Utama Pergerakan Gold Harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami koreksi tajam sepanjang September. Data PCE Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memberikan ruang bagi logam mulia untuk melakukan rebound karena tekanan inflasi yang lebih lunak dapat mengurangi kebutuhan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat ketat. Spot gold sempat bergerak di sekitar US$4.187 per ons pada perdagangan Kamis , menunjukkan adanya upaya pembentukan momentum pemulihan setelah harga sebelumnya mengalami tekanan besar. Namun, penguatan tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan fundamental sehingga belum dapat dianggap sebagai konfirmasi perubahan tren secara penuh. Perhatian pasar kini beralih kepada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat , yang berpotensi menjadi katalis utama berikutnya bagi harga emas. Data ketenagakerjaan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan ek...