Harga Emas Anjlok, Yield Obligasi dan Lonjakan Harga Minyak Tekan XAU/USD Harga emas dunia mengalami tekanan kuat pada perdagangan Selasa, 18 Agustus, setelah lonjakan imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga energi kembali mengurangi daya tarik logam mulia. Harga emas spot turun sekitar 1,1% menjadi US$4.364,90 per troy ounce , sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 1,2% ke US$4.420,60 per troy ounce. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa emas kembali menghadapi tekanan dari faktor makroekonomi. Kenaikan yield obligasi jangka panjang di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman membuat aset berbunga menjadi semakin menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan pendapatan bunga. Di saat yang sama, kenaikan harga minyak dunia memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi. Kebuntuan diplomasi AS-Iran, sikap militer Iran yang semakin agresif, serta keputusan Teheran mempertahankan penutupan Selat Hormuz meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global...
Dolar AS Melemah, PPI yang Landai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (13 Agustus), setelah data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,1% ke level 99,94, sekaligus berpotensi mengakhiri tren penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan dolar terjadi ketika pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan moneter AS. Data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen mulai mereda, memperkuat pandangan bahwa The Fed memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi dolar karena ekspektasi suku bunga merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik aset berbasis mata uang AS. PPI AS Melambat, Tekanan Inflasi Mulai Mereda Data PPI AS untuk Juli ...