Langsung ke konten utama

Postingan

Minyak Dunia Anjlok 8%, Kemenangan Demokrat Picu Harapan Perdamaian AS-Iran dan Tekan Harga Energi! Newsmaker.id – Harga minyak dunia mengalami koreksi tajam lebih dari 8% pada perdagangan sebelumnya, sebelum bergerak relatif stabil pada Kamis (5/11/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$88,29 per barel, sementara minyak mentah Brent mencatat penurunan 8,7% hingga ditutup pada US$94,62 per barel. Pelemahan signifikan tersebut menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa bulan terakhir, seiring perubahan sentimen pasar terhadap prospek konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Tekanan terhadap harga minyak terutama dipicu kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS yang meningkatkan harapan bahwa konflik yang telah berlangsung selama sembilan bulan dapat segera menemukan jalan menuju penyelesaian. Hasil pemilu tersebut dinilai mengubah keseimbangan politik di Washington, sekaligus memperbesar tekanan terhadap pemerintahan...
Postingan terbaru
  Bitcoin Bertahan di US$78.660, Pasar Kripto Dibayangi Peretasan Binance Senilai US$6,3 Miliar Newsmaker.id – Pasar cryptocurrency berusaha mempertahankan stabilitas setelah insiden peretasan besar yang menimpa Binance, bursa aset digital terbesar di dunia. Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan dengan diperdagangkan di sekitar US$78.660, menguat 1,25% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan positif tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keamanan aset digital, risiko operasional bursa, serta potensi dampak lanjutan dari insiden yang melibatkan aset senilai sekitar US$6,3 miliar. Ketahanan Bitcoin menjadi perhatian pelaku pasar karena insiden keamanan berskala besar pada platform perdagangan utama biasanya berpotensi memicu kepanikan dan aksi jual secara luas. Namun, respons pasar kali ini relatif lebih terkendali. Investor tampaknya belum menganggap peretasan Binance sebagai ancaman sistemik yang dapat mengguncang seluruh ekosistem cryptocurrency, meskipun ...
Harga Minyak Brent Menguat, Ancaman Perang AS-Iran dan Gangguan Selat Hormuz Bayangi Pasokan Global Newsmaker.id – Harga minyak mentah dunia jenis Brent kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat (30/10/2026), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar energi global. Kontrak Brent pengiriman Desember bergerak di sekitar US$113 per barel, sementara kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan berada di kisaran US$111 per barel. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa harga minyak masih memiliki daya tahan meskipun sepanjang pekan mengalami fluktuasi akibat tarik-menarik antara risiko konflik Timur Tengah dan harapan tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomasi. Secara keseluruhan, Brent telah mencatat kenaikan sekitar 12% sepanjang Oktober, menjadikannya salah satu periode penguatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga minyak tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan...
Harga Minyak Dunia Turun, Diplomasi AS–Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan Energi Newsmaker.id — Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), memperpanjang penurunan selama dua sesi berturut-turut di tengah meningkatnya upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Perkembangan tersebut mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama risiko gangguan pasokan energi dan jalur pelayaran strategis di Timur Tengah. Minyak mentah Brent bergerak di kisaran US$115,95 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$103,33 per barel. Koreksi ini terjadi setelah harga minyak melonjak pada pekan sebelumnya hingga mendorong Brent mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Sebelumnya, pelaku pasar meningkatkan premi risiko akibat kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi serta gangguan distribusi minyak melalui jalur pelayaran...
Harga Emas Dunia Tertekan di Bawah US$4.000, Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya Newsmaker.id — Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (26/10/2026), setelah mengalami penurunan mingguan terdalam sejak Juni. Emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.996,80 per troy ounce pada pukul 06.18 WIB, setelah terkoreksi lebih dari 4% sepanjang pekan sebelumnya. Tekanan tersebut mencerminkan perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), meningkatnya risiko inflasi akibat mahalnya energi, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar global. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober. Keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya, terutama ketika pasar menghadapi dilema antara tekanan inflasi yang belum mereda dan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Di tengah situasi tersebut, level p...
Bitcoin Bangkit ke US$82.477, Pasar Kripto Menguat! Investor Waspadai Keputusan The Fed 28 Oktober Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) memimpin penguatan di tengah membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. Bitcoin naik sekitar 1,2% ke kisaran US$82.477 per koin, sedangkan Ethereum menguat ke sekitar US$2.430. Sejumlah altcoin utama, termasuk Solana (SOL) dan XRP, turut mencatatkan kenaikan. Meski momentum positif mulai terlihat, investor masih berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober yang berpotensi menentukan arah pergerakan aset kripto dalam jangka pendek. Pemulihan ini terjadi setelah pasar kripto menghadapi tekanan jual sepanjang pekan sebelumnya, ketika Bitcoin sempat merosot di bawah level psikologis US$80.000. Pergerakan harga yang kembali naik menunjukkan munculnya minat beli setelah koreksi, tetapi belum cukup untuk memastikan bah...
Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Risiko Selat Hormuz dan Penurunan Stok AS Jadi Sorotan Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (16/10), tetapi masih berada di jalur penguatan mingguan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, serta penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Minyak mentah Brent tercatat di US$105,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$97,75 per barel. Secara mingguan, Brent masih menguat sekitar 0,44%, sementara WTI mencatatkan kenaikan yang lebih kuat, mencapai 5,81%. Perbedaan kinerja kedua acuan minyak tersebut mencerminkan pengaruh berbagai faktor regional dan domestik terhadap keseimbangan permintaan serta penawaran energi. Pelemahan harga pada sesi terakhir menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai ...