Wall Street Pangkas Kenaikan, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Tekan Sentimen Pasar Bursa saham Amerika Serikat menutup perdagangan dengan pergerakan yang beragam pada Senin (20/7), setelah reli di awal sesi kehilangan momentum akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu aksi hati-hati investor, meskipun penguatan saham-saham produsen semikonduktor berhasil menopang indeks teknologi. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi lebih dari 200 poin . Pergeseran sentimen tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global dan memicu kenaikan harga energi dalam jangka panjang. Sentimen negatif semakin menguat setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan militer. Di saat yang sama, kelompok Houthi yang didukun...
Wall Street Melemah, Saham Chip dan AI Tertekan di Tengah Kekhawatiran Valuasi dan Risiko Geopolitik Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (16/7) setelah tekanan besar di sektor semikonduktor dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik mengalahkan sentimen positif dari musim laporan keuangan emiten. Investor mulai melakukan aksi ambil untung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, terutama perusahaan yang selama ini menjadi motor penguatan pasar berkat tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penurunan indeks utama mencerminkan perubahan sikap investor yang kini lebih selektif dalam menempatkan dana di saham-saham teknologi dengan valuasi tinggi. Kekhawatiran bahwa ekspektasi pertumbuhan sektor AI sudah terlalu optimistis membuat tekanan jual kembali mendominasi perdagangan. Indeks Utama Wall Street Ditutup Melemah Pada penutupan perdagangan, S&P 500 turun 0,5% , sementara Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi...