Langsung ke konten utama

 Harga Emas Rebound Tiga Hari Beruntun, Bangkit Kembali di Atas USD 5.000


Harga emas mencatat rebound selama tiga hari berturut-turut dan kembali menembus level psikologis USD 5.000 per ons, menandai kembalinya aksi buy the dip setelah kejatuhan tajam dari rekor tertinggi. Pada perdagangan pagi di Asia, emas spot sempat menguat hingga 1,2%, mencerminkan minat beli yang kembali menguat di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Pemulihan ini terjadi setelah pekan lalu pasar logam mulia diguncang aksi jual besar-besaran. Meski telah bangkit dalam dua sesi terakhir, harga emas pada penutupan Rabu masih berada sekitar 11% di bawah puncak tertingginya pada 29 Januari. Namun secara tahunan, emas tetap mencatat kenaikan sekitar 15% sejak awal tahun, menegaskan bahwa volatilitas ekstrem kini menjadi tema utama pasar.

Pergerakan positif juga terlihat pada perak yang kembali naik ke atas USD 90 per ons. Sebelumnya, perak sempat mencatat penurunan harian terbesar dalam sejarah, sementara emas mengalami koreksi terdalam sejak 2013. Kombinasi pergerakan tajam ini memicu reposisi besar-besaran di kalangan pelaku pasar serta meningkatkan fokus pada manajemen risiko.

Meski demikian, banyak investor menilai faktor fundamental yang mendorong reli emas bulan lalu belum sepenuhnya hilang. Minat spekulatif, ketegangan geopolitik global, serta isu independensi bank sentral masih menjadi penopang utama. Sejumlah manajer dana yang sempat memangkas posisi sebelum kejatuhan harga kini dilaporkan mulai mengamati peluang masuk kembali, menunggu harga yang dinilai lebih stabil.

Optimisme juga tetap datang dari perbankan global. Beberapa bank besar mempertahankan proyeksi harga emas hingga USD 6.000 per ons, sementara lainnya melihat potensi kenaikan menuju kisaran USD 5.400 pada akhir tahun. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa perjalanan harga kemungkinan tidak mulus, mengingat sensitivitas emas terhadap pergerakan dolar AS dan suku bunga.

Fokus pasar kini beralih ke kebijakan suku bunga Amerika Serikat, terutama setelah Kevin Warsh dinominasikan sebagai ketua The Fed berikutnya. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah secara historis menjadi katalis positif bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Pada pukul 07.50 waktu Singapura, emas spot tercatat naik 1,2% ke USD 5.022,61 per ons, sementara perak menguat 2,3% ke USD 90,20 per ons.


Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Mal Diserbu Pengunjung, Saham Duo Matahari & Ramayana Ngamuk!

  Semarang, PT KPF - Saham duo Matahari Grup Lippo dan Ramayana kompak melaju di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (10/5/2021). Penguatan saham emiten ritel ini terjadi bersamaan dengan sentimen positif terkait ramainya pengunjung mal menjelang hari raya Lebaran, Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, saham pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melonjak 4,46% ke Rp 820/saham. Setelah mengalami koreksi selama 4 hari beruntun pascasuspensi dibuka kembali pada 3 Mei lalu, saham MPPA menguat dalam 2 hari beruntun. Sebelumnya, perdagangan saham MPPA dihentikan sejenak oleh otoritas bursa lantaran terjadi penungkatan harga yang signifikan pada saham ini. Dalam sepekan saham MPPA naik 0,61%, sementara dalam sebulan melonjak 40,17%. Tidak mau kalah dengan saudara Lippo-nya, saham pengelola department store Matahari, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melonjak 2,35% ke Rp 1.745/saham. Saham LPPF berhasil rebound dari...