Langsung ke konten utama

 Trump Punya Keunggulan Taktis atas Iran Berkat Harga Minyak Dunia yang Rendah


Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini dipandang memiliki leverage atau keunggulan strategis lebih besar dalam menghadapi Iran, seiring dengan kondisi harga minyak global yang relatif rendah. Menurut Menteri Energi AS Chris Wright, pasokan minyak dunia saat ini sangat melimpah sehingga Trump tidak perlu khawatir terhadap lonjakan tajam harga minyak, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat ancaman konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan Wright dalam wawancara dengan media CNBC, menyoroti bagaimana harga minyak yang terkendali memberi keuntungan diplomatik dan taktis bagi pemerintahan Trump. (LinkedIn)

Kondisi harga minyak yang stabil dan bahkan cenderung rendah memberikan ruang bagi strategi Trump untuk menekan Iran dalam negosiasi terkait program nuklirnya tanpa risiko besar terhadap harga energi global. Pasar minyak senantiasa memantau setiap indikasi gangguan pasokan yang dapat terjadi akibat ketegangan geopolitik, terutama dari kawasan Teluk Persia yang menjadi jalur vital bagi ekspor minyak mentah dunia. Kondisi pasokan yang kuat saat ini memungkinkan Trump bergerak lebih agresif dalam diplomasi dan tekanan politik terhadap Iran, tanpa memicu kekhawatiran investor atas lonjakan harga minyak mentah. (LinkedIn)

Harga minyak dunia sendiri telah mengalami fluktuasi akibat berbagai dinamika geopolitik, namun tetap berada pada level yang relatif rendah dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan harga yang stabil ini dipengaruhi oleh pasokan global yang berlimpah, bahkan ketika perundingan antara AS dan Iran tentang program nuklir terus menjadi pusat perhatian pasar energi. Para analis mencatat bahwa ketidakpastian diplomatik bisa mendorong volatilitas, namun sejauh ini pasar mampu menyerap tekanan tersebut tanpa mengalami lonjakan dramatis dalam harga minyak. (Liputan6)

Trump telah mengambil langkah-langkah strategis lain untuk memanfaatkan lingkungan harga minyak yang rendah, termasuk kebijakan terhadap produsen minyak utama dan tindakan-tindakan diplomatik yang bertujuan memperkuat posisi tawar AS. Dengan harga minyak yang tidak mengalami lonjakan signifikan, Trump memiliki kemampuan lebih besar untuk menggabungkan kebijakan energi dan tekanan geopolitik terhadap Iran dalam rangka menegosiasikan syarat-syarat yang lebih menguntungkan bagi kepentingan Amerika Serikat. (LinkedIn)

Dalam konteks geopolitik yang lebih luas, rendahnya harga minyak juga memberikan dampak terhadap dinamika pasar global dan hubungan internasional terkait energi. Negara-negara penghasil minyak utama terus memantau perkembangan ini, karena dampaknya tidak hanya pada neraca perdagangan tetapi juga pada stabilitas politik di kawasan penghasil minyak besar seperti Timur Tengah. Trump, dengan dukungan pasokan minyak yang kuat, berada dalam posisi strategis untuk mengelola tekanan global sambil mengejar objektif kebijakan luar negerinya terhadap Iran. (LinkedIn)


Source : CNBC.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Mal Diserbu Pengunjung, Saham Duo Matahari & Ramayana Ngamuk!

  Semarang, PT KPF - Saham duo Matahari Grup Lippo dan Ramayana kompak melaju di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (10/5/2021). Penguatan saham emiten ritel ini terjadi bersamaan dengan sentimen positif terkait ramainya pengunjung mal menjelang hari raya Lebaran, Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, saham pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melonjak 4,46% ke Rp 820/saham. Setelah mengalami koreksi selama 4 hari beruntun pascasuspensi dibuka kembali pada 3 Mei lalu, saham MPPA menguat dalam 2 hari beruntun. Sebelumnya, perdagangan saham MPPA dihentikan sejenak oleh otoritas bursa lantaran terjadi penungkatan harga yang signifikan pada saham ini. Dalam sepekan saham MPPA naik 0,61%, sementara dalam sebulan melonjak 40,17%. Tidak mau kalah dengan saudara Lippo-nya, saham pengelola department store Matahari, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melonjak 2,35% ke Rp 1.745/saham. Saham LPPF berhasil rebound dari...