Langsung ke konten utama

Alasan Investasi Reksa Dana & Emas Cocok untuk Pemula Saat Pandemi

foto :iStok

 Di awal tahun 2021, investasi semakin menjadi hal yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang mulai terjun berinvestasi saham, termasuk para milenial.

Keuntungan yang didapat dari investasi saham memang sangat menggiurkan. Namun, investasi saham juga sering disebut perlu diwaspadai bagi para pemula, terlebih di tengah pandemi saat ini. Growth Consultant & Content Creator, Jonathan End mengatakan sebelum berinvestasi, masyarakat sebaiknya memahami terlebih dahulu profil investasi.

"Investasi memang bisa memberikan keuntungan lebih besar, tapi kita juga perlu tahu profil risikonya. Kayak sekarang lagi musim saham, tapi saham itu naik turun sangat fluktuatif, misal hari ini positif 5 persen, besok bisa minus 10 persen," ujar Jon dalam acara Hangout @ Tokopedia 'Investasi Siapa Takut!' yang digelar kemarin.

"Profil risiko itu intinya sejauh mana kita dapat menanggung risiko. Misalnya investasi Rp 10 juta dan mau untung 50 persen dalam setahun. Tapi kan high risk high return, mau nambah Rp 5 juta siap nggak kalau misalnya hilang Rp 5 juta," imbuhnya.

Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi saat pandemi, Jon menyarankan sebaiknya dapat memulai dengan investasi yang berisiko rendah atau konservatif. Salah satunya bisa dilakukan melalui reksa dana pasar uang.

"Buat yang baru mulai investasi, ini ada ungkapan 'don't put your egg in one basket'. Karena kalau keranjangnya jatuh, semua telurnya pecah. Tapi kalau telurnya kita pisah, kita masih punya telur di keranjang yang lain," katanya.

"Sekarang, bisa coba perbanyak portofolio dan dimulai dari yang low risk dulu, bisa dari emas atau reksa dana. Saya juga 10 persen investasi saya ada di reksa dana pasar uang, bahkan dari tabungan saya kebanyakan ditransfer ke pasar uang karena pertumbuhannya jauh lebih besar daripada bunga tabungan," lanjutnya.

Jon menyampaikan investasi reksa dana pasar uang memberikan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan menabung di bank. Adapun reksa dana pasar uang dapat memberikan keuntungan 4-6 persen, sedangkan bunga tabungan hanya 1 persen.

"Kita nabung-nabung terus, tapi ternyata bunga tabungan itu rendah lebih rendah dari inflasi. Jadi bunga tabungan itu tidak sampai 1 persen per tahun, mungkin ada beberapa tabungan digital yang menawarkan 3-4 persen. Tapi kalau inflasinya sendiri 5 persen, otomatis bunga kita nggak sebanding. Makanya kita perlu juga untuk investasi," ungkapnya.

Di samping itu, Jon menjelaskan reksa dana juga mudah dicairkan. Dengan begitu, investor pemula tak perlu khawatir jika sewaktu-waktu membutuhkan dana tersebut.

"Dan juga kalau butuh uang dari reksa dana pasar uang dicairin cepet juga kok sekitar 1 sampai 3 hari lah kalau kepotong weekend. Jadi, 1-2 hari kerja sudah bisa masuk," paparnya.

Saat ingin berinvestasi di tengah pandemi, Jon pun merekomendasikan emas sebagai investasi awal. Namun, ia menyebut emas lebih cocok bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka menengah atau panjang. Selain mudah dijual, harga emas juga cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir.

"Emas juga bisa jadi sarana buat kita yang baru mulai belajar investasi. Meskipun dalam 3 bulan terakhir harga emas lagi turun, namun kalau kita lihat 3 tahun terakhir dia sebenarnya meningkat. Untuk jangka menengah, bisa investasi emas karena dalam jangka waktu 3-5 tahun itu dia bisa memberikan return yang lumayan juga," katanya.

 Senada dengan Jon, Direksi Literasi & Edukasi Keuangan OJK, Horas V. M. Tarihoran juga mengatkan saat mulai investasi, sangat penting untuk mengetahui tujuan investasi baik sebagai dana darurat, biaya pendidikan, dana pensiun, atau lainnya.

"Investasi itu bukan hanya di produk keuangan ya, properti juga bisa. Semua tergantung tujuan (investasi) apa yang ingin dicapai. Tapi kalau kita sudah memutuskan kita ingin merdeka secara finansial memang yang pas adalah produk-produk keuangan," katanya.

Selain investasi pasar uang, masyarakat juga dapat berinvestasi reksa dana pasar modal. Namun bagi para pemula, Horas menyarankan agar dapat tetap konsisten berinvestasi sebagai seorang investor.

"Kalau Anda menjadi seorang pemula untuk berinvestasi di pasar modal, jangan langsung terjun menjadi seorang trader, jadilah seorang investor. Misalkan bisa menyisihkan Rp 1 juta per bulan, ya (investasi) Rp 1 juta per bulan. Cari saham apa yang bisa kita belanjakan dengan Rp 1 juta per bulan. Konsisten terus menerus," jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, kini Tokopedia menghadirkan layanan untuk berinvestasi reksa dana mulai dari Rp 10.000 dan emas mulai dari Rp 5.000. Senior Lead Investments & Insurance Tokopedia, Marissa Dewi juga mengatakan setiap Rabu, Tokopedia menawarkan cashback untuk pengguna yang ingin berinvestasi emas dan reksa dana di Tokopedia.

"Di Tokopedia sendiri setiap hari Rabu kita punya campaign Rabu Nabung supaya kita nggak lupa untuk nabung. Dan di setiap hari Rabu bisa dicek di aplikasi Tokopedia ada penawaran cashback untuk Tokopedia Emas dan Tokopedia Reksa Dana," pungkasnya.

 sumber : https://finance.detik.com/portofolio/d-5351291/alasan-investasi-reksa-dana--emas-cocok-untuk-pemula-saat-pandemi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Kabar Baik! Saham Bank 'The Big Four' Ngegas, Diborong Asing

  Semarang, PT Kontak Perkasa -  Sebanyak empat saham emiten bank BUKU IV (bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kompak melonjak ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (31/5/2021). Penguatan ini terjadi seiring investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) ke keempat saham tersebut. Berikut gerak empat saham bank gede, pukul 09.06 WIB. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham +1,97%, ke Rp 4.150, net buy Rp 55,44 M Bank Negara Indonesia (BBNI), +1,44%, ke Rp 5.275, net buy Rp 5,93 M Bank Mandiri (BMRI), +1,29%, ke Rp 5.875, net buy Rp 5,36 M Bank Central Asia (BBCA), +0,32%, ke Rp 31.800, net sell Rp 6,41 M. Berdasarkan data di atas, trio saham bank pelat merah, BBRI, BBNI dan BMRI menduduki posisi pertama sampai ketiga. Adapun saham bank dengan market cap terbesar di bursa, BBCA, menduduki posisi keempat. Keempat saham di atas melanjutkan kenaikan pada Jumat (28/5) ...