Langsung ke konten utama

Berkali-kali Ganti Menteri, Alih Fungsi Lahan Pertanian Masih Marak

 Pemkab Trenggalek Cabut Status 70 Hektare Lahan Pertanian

Lahan pertanian dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan luas. Berkali-kali pergantian menteri, masalah alih fungsi lahan seakan menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan tren alih fungsi lahan pertanian di tahun 1990-an mencapai sekitar 30.000 hektare (Ha) per tahun. Luasnya semakin meningkat menjadi sekitar 110.000 Ha di 2011, meningkat lagi di 2019 mencapai 150.000 Ha.

"Ini data dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Memang ada kenyataan-kenyataan alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian yang masih terus berlangsung saat ini, bahkan cenderung meningkat," ujar Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (29/3/2021).

Syahrul menjelaskan pengalihan fungsi lahan pertanian itu diubah menjadi lahan industri, hingga pembangunan jalan.

"Ini (alih fungsi lahan pertanian) khususnya terjadi pada daerah-daerah perkotaan yang diubah menjadi lahan industri, pembangunan jalan-jalan strategis, dan lain-lain," tuturnya.

Pada dasarnya wewenang untuk memutuskan alih fungsi lahan ada pada pemerintah daerah (Pemda). Hal itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Namun Syahrul meminta pihaknya diberikan kewenangan untuk ikut melakukan penuntutan langsung terkait penurunan lahan pertanian.

"Kendali sepenuhnya itu memang ada di daerah, khususnya kabupaten. Tapi kalau dibiarkan ini kecenderungan meningkat. (Pengalihan fungsi lahan pertanian) akan terus berkembang seperti yang sudah ada saat ini," tandasnya.

Meski begitu, perluasan lahan untuk sektor pertanian di wilayah perhutanan disebut bersifat mendesak. Hal itu menyusul adanya prediksi mengerikan terkait ancaman kelaparan global atas dampak pandemi COVID-19 dari sejumlah lembaga Internasional.

"Akibat pandemi tercatat 271 juta penduduk (dunia) terancam kelaparan parah di 79 negara. Resesi ini menjadi yang terburuk dalam 1000 tahun terakhir," tegasnya.

 Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5512682/berkali-kali-ganti-menteri-alih-fungsi-lahan-pertanian-masih-marak?tag_from=wp_nhl_13

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...
Saham Hong Kong Tetap Tertekan di Tengah Pelemahan Pasar Global dan Data China yang Lemah Pasar saham Hong Kong kembali berada di bawah tekanan pada sesi perdagangan Selasa pagi, dengan indeks acuan turun 371 poin atau sekitar 1,4% ke level 25.258. Penurunan ini memperpanjang koreksi tajam dari sesi sebelumnya, seiring seluruh sektor bergerak di zona merah. Sentimen risiko memburuk akibat pelemahan bursa China daratan, menyusul rilis data November yang menunjukkan kinerja industri dan penjualan ritel masih rapuh di tengah permintaan eksternal yang lemah serta kondisi domestik yang belum stabil. Tekanan pada saham Hong Kong juga diperkuat oleh sentimen negatif dari Wall Street. Pelemahan berkelanjutan pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat memberikan sinyal kehati-hatian bagi investor global, mendorong aksi jual lanjutan di pasar Asia. Akibatnya, indeks saham Hong Kong mendekati level terendah dalam sepekan, mencerminkan meningkatnya aversi risiko dan minimn...