Langsung ke konten utama

Cekidot! Segini Harga Emas yang Harus Dibayar

 


Harga emas dibanderol lebih tinggi jelang akhir pekan. Dilansir dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam (JK:ANTM) retro kini dipatok sebesar Rp878.000 per gram pada Jumat, 12 Maret 2021.Â

Untuk membeli emas Antam retro dengan cetakan 0,5 gram, dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp439.000. Kemudian, untuk emas Antam retro ukuran 2 gram dan 5 gram harganya masing-masing Rp1.754.000 dan Rp4.383.000. Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Drastis, Bikin Kantong Kembang Kempis!

Sementara itu, harga emas UBS dibanderol mulai dari Rp491.000 untuk ukuran 0,5 gram. Jika hendak membeli emas UBS seberat 1 gram, harga yang dibayar sebesar Rp921.000. Lalu, emas UBS seberat 2 gram dihargai sebesar Rp1.828.000 per hari ini. Baca Juga: Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong, Gajah Tunggal (JK:GJTL): Omzet dan Cuan Berlawanan Arah!

Berikut ini adalah daftar harga lengkap emas Antam Retro dan emas UBS di Pegadaian hari ini, Jumat, 12 Maret 2021.Â

Berat (Gram) Emas Antam Retro Emas UBS
1 Rp878.000 Rp921.000
2 Rp1.754.000 Rp1.828.000
5 Rp4.383.000 Rp4.516.000
10 Rp8.766.000 Rp8.982.000
25 Rp21.914.000 Rp22.409.000
50 Rp43.827.000 Rp44.726.000
100 Rp87.654.000 Rp89.416.000
250 Rp0 Rp223.473.000
500 Rp0 Rp446.419.000
1.000Rp0Rp891.871.000

Sumber : https://id.investing.com/news/economy/cekidot-segini-harga-emas-yang-harus-dibayar-pada-jumat-12-maret-2021-2072523

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...