Langsung ke konten utama

Bunda! Harga Emas di Pegadaian Turun Lumayan nih, Mau Borong?

 Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Semarang, PT Kontak Perkasa - Harga emas di Pegadaian berada di level terendah dalam 3 pekan terakhir, setelah turun cukup tajam sepanjang pekan lalu. Harga emas dunia yang sedang dalam tren turun membuat harga logam mulia di dalam negeri juga tertekan.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, harga jual emas acuan berada di Rp 900.000/batang sama dengan harga Minggu kemarin. Sepanjang pekan lalu, harga jual emas di Pegadaian merosot hingga 1,2%.

Sementara harga beli di Rp 873.000/batang, juga stagnan dengan harga kemarin.

Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai ukuran/satuan. Jika harga emas acuannya turun hingga 1,2%, emas batangan yang dijual bisa turun lebih besar lagi, atau mungkin juga lebih kecil.

Emas Antam jenis standar satuan 0,5 gram hari ini dibanderol Rp 548.000/batang. Emas jenis ini tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sementara emas Antam retro satuan 0,5 gram dijual lebih murah, yakni Rp 515.000/batang. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018, dan tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 100 gram, dan tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 100 gram.

Kemudian emas Antam batik, yang paling mahal dibandingkan semua emas yang dijual Pegadaian. Satuan 0,5 gram dibanderol Rp 621.000/batang. Meski paling mahal, Pegadaian menjual emas ini hanya satuan 0,5 gram, 1 gram, dan 8 gram.

Terakhir emas UBS, harganya lebih murah ketimbang emas Antam. Satuan 0,5 gram dijual Rp 514.000/batang. Emas UBS tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian.

Satuan Harga Antam Harga Antam Retro Harga Antam Batik Harga UBS
0.5 Rp548.000 Rp515.000 Rp621.000 Rp514.000
1.0 Rp991.000 Rp964.000 Rp1.146.000 Rp962.000
1.06 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
2.0 Rp1.917.000 Rp1.909.000 Rp0 Rp1.909.000
2.5 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
2.13 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
3.0 Rp2.849.000 Rp2.835.000 Rp0 Rp0
4.0 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
4.25 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
5.0 Rp4.712.000 Rp4.710.000 Rp0 Rp4.715.000
8.0 Rp0 Rp0 Rp8.667.000 Rp0
10.0 Rp9.367.000 Rp9.363.000 Rp0 Rp9.380.000
20.0 Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
25.0 Rp23.284.000 Rp23.272.000 Rp0 Rp23.404.000
50.0 Rp46.485.000 Rp46.460.000 Rp0 Rp46.712.000
100.0 Rp92.888.000 Rp92.837.000 Rp0 Rp93.386.000
250.0 Rp231.942.000 Rp0 Rp0 Rp233.396.000
500.0 Rp463.663.000 Rp0 Rp0 Rp466.241.000
1000.0Rp927.284.000Rp0Rp0Rp931.474.000  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...