Langsung ke konten utama

Cuit soal Bitcoin-Ethereum, Mike Tyson Jadi Beli Kripto nih?

 In a photo provided by Triller, Mike Tyson throws a punch during the fourth round against Roy Jones Jr. in an exhibition boxing bout Saturday, Nov. 28, 2020, in Los Angeles. The bout was unofficially ruled a draw by the WBC judges at ringside. Tyson and Jones fought eight two-minute rounds, and both emerged smiling and apparently healthy from a highly unusual event. (Joe Scarnici/Triller via AP)

Semarang, PT Kontak Perkasa Futures - Kepopuleran mata uang kripto (cyptocurrency) ternyata memantik minat dari legenda tinju dunia, Mike Tyson. Dalam akun Twitternya, Mike Tyson bertanya soal Bitcoin dan Ethereum.

Cuitannya pada 18 Juli lalu itu pun langsung di-retweet sebanyak 2.944 kali, disukai 24.000 akun dan dikomentari hingga 1.104 kali.


Twitter @miketysonFoto: Twitter @miketyson
Twitter @miketyson

"Which do you prefer, BTC or ETH?" tulis Mike Tyson dalam akun twitternya @MikeTyson, dikutip CNBC Indonesia, Senin pagi ini (19/7).

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) pada pukul 7.49 WIB, Senin ini turun 0,58% di US$ 31.641/koin atau setara dengan Rp 459 juta/koin (kurs Rp 14.500/US$), dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia yakni US$ 593,70 miliar atau setara Rp 8.666 triliun. Secara tahun berjalan (year to date/YTD), harga Bitcoin naik 7,74%.

Adapun Ethereum atau ETH turun di posisi US$ 1.890 atau setara Rp 27 juta/koin, dengan kapitalisasi pasar nomor dua terbesar yakni US$ 220,69 miliar atau Rp 3.200 triliun. Secara YTD harga ETH melesat 158% sejak Januari lalu.

Mantan petinju bernama lengkap Michael Gerard Tyson ini dikenal sebagai juara kelas berat. Kariernya yang sangat menjanjikan tetapi sayangnya terhambat oleh berbagai kasus kriminal.

Pria kelahiran 30 Juni 1966 asal Brooklyn, AS itu menjadi juara dunia termuda pada 22 November 1986 ketika dalam usia yang baru 20 tahun mampu mengalahkan Trevor Berbick yang berusia 33 tahun hanya dalam lima menit dan 35 detik untuk menjadi pemegang gelar termuda juara dunia kelas berat.

Namun hal yang paling diingat publik ialah peristiwa aksi gigit telinga yang dilakukanya terhadap Evander Holyfield beberapa tahun lalu. Mike Tyson berhadapan dengan Holyfield pada 28 Juni 1997.

Ketika itu mereka berduel untuk memperebutkan sabuk juara kelas berat versi WBA. Pertarungan keduanya merupakan duel lanjutan setelah mereka bertemu di atas ring sebelumnya pada 9 November 1996.

Terkait dengan kripto, saat ini, beberapa analis sudah memperingatkan kepada investor di kripto bahwa bahwa pasar mungkin siap untuk penurunan harga terbaru.

"Bitcoin memang terlihat sedang rapuh, kecuali kita dapat melihat garisbreakyang jelas ke wilayah positif, namun kami sulit untuk mengasumsikan kenaikan kembali," kata Lennard Neo, kepala penelitian untuk Stack Funds, dikutip dari CoinDesk.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210719074031-17-261878/cuit-soal-bitcoin-ethereum-mike-tyson-jadi-beli-kripto-nih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...

Kabar Baik! Saham Bank 'The Big Four' Ngegas, Diborong Asing

  Semarang, PT Kontak Perkasa -  Sebanyak empat saham emiten bank BUKU IV (bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kompak melonjak ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (31/5/2021). Penguatan ini terjadi seiring investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) ke keempat saham tersebut. Berikut gerak empat saham bank gede, pukul 09.06 WIB. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham +1,97%, ke Rp 4.150, net buy Rp 55,44 M Bank Negara Indonesia (BBNI), +1,44%, ke Rp 5.275, net buy Rp 5,93 M Bank Mandiri (BMRI), +1,29%, ke Rp 5.875, net buy Rp 5,36 M Bank Central Asia (BBCA), +0,32%, ke Rp 31.800, net sell Rp 6,41 M. Berdasarkan data di atas, trio saham bank pelat merah, BBRI, BBNI dan BMRI menduduki posisi pertama sampai ketiga. Adapun saham bank dengan market cap terbesar di bursa, BBCA, menduduki posisi keempat. Keempat saham di atas melanjutkan kenaikan pada Jumat (28/5) ...