Langsung ke konten utama

Mengintip Canggihnya Sarung Tangan 'Terminator' Zuckerberg

 Meta Reality Labs (Ist/Theverge)

Semarang, PT KP Press - Mark Zuckerberg makin membuktikan ambisinya terjun lebih dalam ke dunia metaverse. Kali ini bos Meta itu memamerkan sarung tangan canggih layaknya terminator.

Benda tersebut telah dikembangkan Meta Reality Labs. Sarung tangan itu menggunakan teknologi haptic, dikutip The Verge, Kamis (18/11/2021).

Sarung tangan canggih itu akan memunculkan sensasi pengguna saat menyentuh sebuah obyek. Jadi ada penyesuaian pada tekanan dan sensasi sentuhan, dari menyentuh sebuah benda nyata dalam dunia virtual.

Dalam akun Instagramnya, Mark Zuckerberg menjelaskan soal perangkat tersebut. Tak lupa juga menjanjikan sarung tangan ini akan bisa digunakan oleh banyak orang nantinya.

Meta Reality Labs (Ist/Theverge)Foto: Meta Reality Labs (Ist/Theverge)

"Tim Meta Reality Lab sedang mengerjakan sarung tangan haptic untuk memberikan sensasi realistis terharap sentuhan di metaverse. Suatu saat, Anda akan bisa merasakan tekstur dan tekanan ketika menyentuh objek virtual," kata dia.

Sebelumnya Kepala Meta Reality Labs, Michael Abrash juga pernah menjajal sarung tangan tersebut. Saat itu dia menyentuh obyek piring secara virtual pada headset virtual reality.

Ada sensasi dan sentuhan serta suara gesekan keramik saat pengujian tersebut. Ini membuat kesan aktivitas dunia virtual mendekati kenyataan.

"Saya melihat piring dan melihat jari saya di piring, lalu saya mendengar suara, semacam gesekan di atasnya dan saya merasakan getarannya. Saya memberitahu Anda, saya sedang menggerakkan jari saya di atas piring keramik," ujar Michael Abrash.

Sensasi sentuhan pada obyek virtual sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Tapi kebanyakan pembuat perangkat haptics menjual produknya bukan untuk kebutuhan publik lebih luas, namun pada institusi militer, industri atau akademik.

Meta sendiri memproduksi sistem Quest VR berorientasi pada konsumen. Perusahaan tersebut juga telah menghabiskan miliaran dolar dalam membangun dunia virtual, selain juga melakukan integrasi pada virtual reality dan augmented reality.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20211118070647-37-292390/mengintip-canggihnya-sarung-tangan-terminator-zuckerberg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...

Kabar Baik! Saham Bank 'The Big Four' Ngegas, Diborong Asing

  Semarang, PT Kontak Perkasa -  Sebanyak empat saham emiten bank BUKU IV (bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kompak melonjak ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (31/5/2021). Penguatan ini terjadi seiring investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) ke keempat saham tersebut. Berikut gerak empat saham bank gede, pukul 09.06 WIB. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham +1,97%, ke Rp 4.150, net buy Rp 55,44 M Bank Negara Indonesia (BBNI), +1,44%, ke Rp 5.275, net buy Rp 5,93 M Bank Mandiri (BMRI), +1,29%, ke Rp 5.875, net buy Rp 5,36 M Bank Central Asia (BBCA), +0,32%, ke Rp 31.800, net sell Rp 6,41 M. Berdasarkan data di atas, trio saham bank pelat merah, BBRI, BBNI dan BMRI menduduki posisi pertama sampai ketiga. Adapun saham bank dengan market cap terbesar di bursa, BBCA, menduduki posisi keempat. Keempat saham di atas melanjutkan kenaikan pada Jumat (28/5) ...