Langsung ke konten utama

MNC Studios Investasi di TREBEL Music, Bakal Punya 1 Direktur

 MNC Studios

Semarang, PT Kontak Perkasa Futures - PT MNC Studios International Tbk (MSIN), anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), diketahui telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) dengan TREBEL Music.

TREBEL Music adalah aplikasi musik gratis berbasis iklan yang telah bermitra dengan berbagai brand besar, label musik global, dan perusahaan media untuk membuat layanan musik berlisensi pertama yang menghadirkan pemutaran lagu yang telah di-download, dengan offline tanpa biaya kepada pengguna.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Jumat (7/1/2022), MSIN telah sepakat untuk menempatkan investasi ke TREBEL Music dan berhak untuk mendapatkan 1 posisi direksi.

Adapun penyelesaian investasi dan aliansi strategis ini akan tunduk pada persyaratan tertentu, termasuk pada persetujuan direksi dan kesepakatan dengan label musik tertentu.

Direktur MSIN Valencia Tanoesoedibjo mengatakan melalui aliansi strategis ini, pihaknya dapat berintegrasi dan menghasilkan kategori konten utama baru bagi pengguna platform MSIN.

"Kami sangat senang dengan potensi penambahan TREBEL Music ke dalam pertumbuhan ekosistem digital kami. TREBEL Music telah membuktikan modelnya di banyak negara di seluruh dunia dan saya yakin, TREBEL Music akan berhasil di pasar Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.

Investasi tersebut, lanjut Valencia, akan mendorong RCTI+ untuk terus melangkah maju dengan membangun fondasi yang kuat, dan senantiasa melanjutkan perjalanannya untuk menjadi satu-satunya super-app hiburan terlengkap di pasar.

Sementara itu, Co-Founder & CEO TREBEL Music Gary Mekikian mengatakan, Indonesia adalah salah satu pasar musik terpenting dan berprospek di dunia, di mana kurang dari 5% pendengar musik dapat mengakses musik secara offline.

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan MNC Studios International, dan khususnya, dengan RCTI+, untuk menghadirkan TREBEL Music kepada 95% masyarakat Indonesia lainnya yang membutuhkan akses ke musik yang mereka sukai secara gratis," ujarnya.

Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, MSIN akan bertindak sebagai entitas yang akan memiliki dan mengoperasikan aset digital MNC Media, yang saat ini sedang dalam proses akuisisi baik dari MNCN maupun PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) untuk platform digitalnya, yaitu RCTI+ (AVOD superapp), Vision+ (SVOD super-app), okezone.com, sindonews.com, iNews.id, idxchannel.com, celebrities.id, sportstars.id, dan BuddyKu (portal berbasis AI).

Setelah penuntasan investasi TREBEL Music oleh MSIN, RCTI+ akan menjadi penerima manfaat utama di mana TREBEL Music akan tersedia di platform tersebut, sebuah kategori konten musik di bawah RCTI+, mempercepat peluncuran TREBEL Music di Indonesia.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20220107081823-17-305371/mnc-studios-investasi-di-trebel-music-bakal-punya-1-direktur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Kabar Baik! Saham Bank 'The Big Four' Ngegas, Diborong Asing

  Semarang, PT Kontak Perkasa -  Sebanyak empat saham emiten bank BUKU IV (bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kompak melonjak ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (31/5/2021). Penguatan ini terjadi seiring investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) ke keempat saham tersebut. Berikut gerak empat saham bank gede, pukul 09.06 WIB. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham +1,97%, ke Rp 4.150, net buy Rp 55,44 M Bank Negara Indonesia (BBNI), +1,44%, ke Rp 5.275, net buy Rp 5,93 M Bank Mandiri (BMRI), +1,29%, ke Rp 5.875, net buy Rp 5,36 M Bank Central Asia (BBCA), +0,32%, ke Rp 31.800, net sell Rp 6,41 M. Berdasarkan data di atas, trio saham bank pelat merah, BBRI, BBNI dan BMRI menduduki posisi pertama sampai ketiga. Adapun saham bank dengan market cap terbesar di bursa, BBCA, menduduki posisi keempat. Keempat saham di atas melanjutkan kenaikan pada Jumat (28/5) ...