The Fed Diperkirakan Kembali Pangkas Suku Bunga Sebesar 25bps
Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan Oktober 2025, sehingga membawa kisaran target ke level 3,75%–4,00%. Langkah ini akan menjadi kelanjutan dari pemangkasan serupa pada September lalu, menandai biaya pinjaman terendah sejak tahun 2022 dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS tengah memperpanjang siklus pelonggaran kebijakan moneternya.
Pasar keuangan global kini menanti dengan cermat panduan The Fed terkait prospek kebijakan pada pertemuan Desember mendatang. Namun, para pembuat kebijakan tampaknya tidak akan memberikan sinyal baru yang signifikan, mengingat ketidakpastian meningkat akibat penutupan sebagian aktivitas pemerintahan (government shutdown) yang menunda publikasi sejumlah data ekonomi utama. Kondisi ini membuat analisis terhadap arah kebijakan The Fed menjadi lebih menantang dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Dari data ekonomi terbatas yang tersedia, laporan indeks harga konsumen (CPI) menunjukkan inflasi utama (headline inflation) sedikit meningkat ke 3%, sementara inflasi inti (core inflation) justru melandai tipis ke tingkat yang sama. Di sisi tenaga kerja, data ADP mengindikasikan sektor swasta menambah rata-rata 14.250 pekerjaan per minggu selama empat pekan hingga 11 Oktober. Sementara itu, estimasi dari Federal Reserve Chicago menunjukkan tingkat pengangguran pada September relatif stabil di kisaran 4,34%.
Selain suku bunga, perhatian pasar juga tertuju pada potensi perubahan kebijakan neraca The Fed. Para pelaku pasar memperkirakan FOMC akan mempertimbangkan penghentian sementara proses pengurangan kepemilikan surat utang pemerintah (Treasury runoff) dari portofolio senilai USD 6,6 triliun. Langkah tersebut dinilai dapat menambah likuiditas pasar dan memperkuat efek akomodatif dari kebijakan suku bunga yang lebih rendah.
Dengan kombinasi pelonggaran kebijakan moneter dan kondisi ekonomi yang masih rapuh, keputusan The Fed kali ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas pertumbuhan sekaligus menahan risiko perlambatan yang lebih tajam. Investor global kini menunggu pernyataan resmi dari Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari sinyal arah kebijakan selanjutnya menjelang akhir tahun, di tengah dinamika inflasi dan pasar tenaga kerja yang masih menjadi fokus utama bank sentral AS.
Komentar
Posting Komentar