Langsung ke konten utama

AUD/USD Berpotensi Menguat hingga 1% Jika RBA Tahan Suku Bunga


Pasangan mata uang AUD/USD berpeluang mencatat kenaikan hingga 1% apabila Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuannya, menurut analisis yang disampaikan Kristina Clifton, Senior Economist dan Currency Strategist dari CBA. Berdasarkan riset yang merujuk pada analisis historis Bloomberg, pasangan ini berpotensi menguat dalam 30 menit setelah keputusan diumumkan jika RBA tetap mempertahankan suku bunga di level 4,35%.

Namun potensi penguatan AUD/USD tidak hanya bergantung pada keputusan suku bunga itu sendiri. Nada dan arah pernyataan RBA pasca-pertemuan akan menjadi penentu utama. Clifton menjelaskan bahwa jika pernyataan tersebut memberi isyarat bahwa pemangkasan suku bunga sudah semakin dekat, maka ruang penguatan AUD/USD akan lebih terbatas. Sebaliknya, apabila RBA tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai kemungkinan pemangkasan, AUD/USD berpeluang menguat lebih dari 1%, mencerminkan respons pasar terhadap sikap yang dianggap lebih hawkish.

Saat laporan ini diterbitkan, AUD/USD tercatat melemah tipis sebesar 0,1% di level 0,6351. Pergerakan ini menunjukkan kehati-hatian pasar menjelang keputusan penting RBA. Dengan ekspektasi pasar yang terbagi dan sensitivitas tinggi terhadap perubahan kebijakan moneter, keputusan dan pernyataan RBA kali ini berpotensi menjadi pemicu volatilitas signifikan bagi dolar Australia dalam jangka pendek.


 Source: Bloomberg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...

Kabar Baik! Saham Bank 'The Big Four' Ngegas, Diborong Asing

  Semarang, PT Kontak Perkasa -  Sebanyak empat saham emiten bank BUKU IV (bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kompak melonjak ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (31/5/2021). Penguatan ini terjadi seiring investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) ke keempat saham tersebut. Berikut gerak empat saham bank gede, pukul 09.06 WIB. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham +1,97%, ke Rp 4.150, net buy Rp 55,44 M Bank Negara Indonesia (BBNI), +1,44%, ke Rp 5.275, net buy Rp 5,93 M Bank Mandiri (BMRI), +1,29%, ke Rp 5.875, net buy Rp 5,36 M Bank Central Asia (BBCA), +0,32%, ke Rp 31.800, net sell Rp 6,41 M. Berdasarkan data di atas, trio saham bank pelat merah, BBRI, BBNI dan BMRI menduduki posisi pertama sampai ketiga. Adapun saham bank dengan market cap terbesar di bursa, BBCA, menduduki posisi keempat. Keempat saham di atas melanjutkan kenaikan pada Jumat (28/5) ...