Langsung ke konten utama

Harga Minyak Dunia Bergerak Terbatas, Tekanan Pasokan dan Permintaan Jadi Sorotan Pasar


Harga minyak mentah global bergerak tipis dan cenderung melemah dalam perdagangan terbaru, mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal. Pergerakan ini menegaskan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi surplus pasokan global, di tengah sinyal permintaan yang masih lemah dan belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan.

Dari sisi fundamental, pasar minyak saat ini berada di bawah tekanan pasokan yang kuat. Gejolak geopolitik terbaru, termasuk rencana Venezuela untuk menyalurkan pasokan minyak ke pasar internasional, dipandang sebagai faktor yang berpotensi menambah volume pasokan dan menekan harga. Aliran tambahan ini dinilai mampu memperkuat tekanan turun, terutama jika distribusi minyak tersebut terealisasi dalam skala besar dan berkelanjutan.

Sejumlah analis energi juga menilai Amerika Serikat berpotensi berupaya menahan harga minyak di bawah level psikologis tertentu sepanjang tahun ini. Strategi tersebut dikaitkan dengan kemungkinan masuknya jutaan barel minyak asal Venezuela ke pasar, yang dinilai dapat membantu menurunkan biaya energi domestik sekaligus meredam tekanan harga global. Langkah ini semakin mempertegas dominasi faktor pasokan dalam membentuk arah harga minyak saat ini.

Kondisi pasokan global yang longgar turut diperkuat oleh data dari berbagai lembaga internasional yang menunjukkan adanya surplus minyak yang signifikan. Produksi energi dari negara-negara produsen utama masih berada pada level tinggi, meskipun terdapat ketidakpastian geopolitik di sejumlah kawasan. Surplus struktural ini menjadi alasan utama mengapa harga minyak terus berada dalam tekanan, meskipun risiko geopolitik kerap muncul dan memicu volatilitas sesaat.

Di sisi lain, faktor permintaan global juga memainkan peran penting dalam pergerakan harga. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara konsumen utama seperti China dan Amerika Serikat, membuat proyeksi permintaan minyak menjadi lebih moderat. Ketidakpastian ekonomi global ini mendorong investor bersikap hati-hati dan menunggu konfirmasi pemulihan permintaan sebelum mengambil posisi beli yang agresif.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak masih mencerminkan dominasi sentimen bearish dalam jangka pendek hingga menengah. Harga Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) tetap berada di bawah sejumlah level resistance kunci, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar. Kondisi ini membuat pelaku pasar fokus pada level-level teknikal penting sebagai acuan pergerakan berikutnya.

Level resistance utama diperkirakan berada di area USD 60–61 per barel untuk WTI, dengan level psikologis yang relatif sejalan untuk Brent. Kegagalan harga menembus zona ini mengindikasikan lemahnya momentum bullish dan memperkuat pandangan bahwa tekanan turun masih berlanjut. Selama area resistance tersebut belum ditembus secara meyakinkan, ruang penguatan dinilai tetap terbatas.

Sementara itu, level support teknikal yang menjadi perhatian pasar berada di kisaran USD 58–59 per barel untuk Brent. Jika harga menembus support ini secara signifikan, analis teknikal memperkirakan penurunan dapat berlanjut ke level yang lebih rendah. Namun, apabila support tersebut mampu bertahan, peluang terjadinya rebound teknikal jangka pendek tetap terbuka sebelum arah tren jangka panjang terbentuk dengan lebih jelas.

Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan dominasi tekanan jual dibandingkan minat beli. Sinyal ini memperkuat pandangan bahwa tren turun masih menguasai pergerakan harga minyak global dalam waktu dekat.

Ke depan, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data permintaan minyak terbaru dari ekonomi utama dunia serta keputusan kebijakan produksi dari OPEC+ dalam pertemuan mendatang. Selain itu, dinamika kebijakan energi global dan keputusan politik yang berpotensi memengaruhi pasokan atau permintaan akan terus dipantau secara ketat. Hingga arah baru terbentuk, sentimen pasar minyak diperkirakan tetap berhati-hati, dengan potensi volatilitas meningkat apabila muncul kejutan data terkait permintaan global atau gangguan pasokan di wilayah produksi utama dunia.


Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

Mal Diserbu Pengunjung, Saham Duo Matahari & Ramayana Ngamuk!

  Semarang, PT KPF - Saham duo Matahari Grup Lippo dan Ramayana kompak melaju di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (10/5/2021). Penguatan saham emiten ritel ini terjadi bersamaan dengan sentimen positif terkait ramainya pengunjung mal menjelang hari raya Lebaran, Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, saham pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melonjak 4,46% ke Rp 820/saham. Setelah mengalami koreksi selama 4 hari beruntun pascasuspensi dibuka kembali pada 3 Mei lalu, saham MPPA menguat dalam 2 hari beruntun. Sebelumnya, perdagangan saham MPPA dihentikan sejenak oleh otoritas bursa lantaran terjadi penungkatan harga yang signifikan pada saham ini. Dalam sepekan saham MPPA naik 0,61%, sementara dalam sebulan melonjak 40,17%. Tidak mau kalah dengan saudara Lippo-nya, saham pengelola department store Matahari, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melonjak 2,35% ke Rp 1.745/saham. Saham LPPF berhasil rebound dari...