Nikkei Tersandung, Penguatan Yen Tekan Saham Jepang
Pasar saham Jepang melemah pada awal perdagangan seiring penguatan yen yang tiba-tiba memicu kekhawatiran investor terhadap prospek laba emiten. Indeks Nikkei tercatat turun sekitar 0,8% ke level 52.893, mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar terhadap dampak nilai tukar yang lebih kuat terhadap kinerja perusahaan, khususnya yang berorientasi ekspor.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham eksportir yang sangat sensitif terhadap pergerakan mata uang. Sektor otomotif dan farmasi menjadi yang paling terpukul, dengan saham Toyota anjlok sekitar 2,7% dan Daiichi Sankyo merosot tajam hingga 4,8%. Penguatan yen secara historis cenderung menekan laba eksportir karena pendapatan luar negeri menjadi lebih kecil saat dikonversi ke yen, sehingga mendorong investor untuk cepat mengurangi eksposur risiko.
Di pasar valuta asing, pergerakan yen terlihat signifikan. Pasangan USD/JPY turun tajam ke kisaran 152,53 dari sekitar 154,57 pada penutupan Bursa Efek Tokyo sebelumnya. Apresiasi yen ini menandai perubahan sentimen yang cepat, di tengah meningkatnya spekulasi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan moneter Jepang dalam waktu dekat.
Investor juga mencermati potensi komentar dari pejabat Jepang terkait stabilitas nilai tukar, sembari menanti pemaparan rencana ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang pemilu awal Februari. Arah kebijakan yang diusung pemerintah ke depan dinilai krusial, karena dapat memengaruhi pergerakan yen sekaligus sentimen pasar saham Jepang secara keseluruhan.
Source: Bloomberg
Komentar
Posting Komentar