Langsung ke konten utama

Prospek Pasar Kripto 2026: Momentum Baru di Tengah Dukungan Institusi dan Inovasi Teknologi


Pasar kripto menutup tahun 2025 dengan volatilitas tinggi, sebuah karakter yang sudah melekat pada aset digital. Di balik fluktuasi tajam tersebut, terdapat sejumlah katalis positif yang membentuk fondasi penting bagi siklus berikutnya. Perubahan regulasi yang lebih kondusif di Amerika Serikat, kemunculan Digital Asset Treasuries (DAT), adopsi kecerdasan buatan, serta percepatan tokenisasi Real-World Assets (RWA) menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem kripto sepanjang tahun lalu.

Aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Binance Coin (BNB) berhasil mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH). Namun, momentum tersebut melemah pada paruh kedua 2025, dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian makroekonomi global, mulai dari isu tarif perdagangan, tekanan inflasi, hingga arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kondisi pasar semakin tertekan setelah terjadinya flash crash pada 10 Oktober, yang menghapus posisi banyak investor dengan leverage berlebihan.

Setelah sempat menguat masing-masing sekitar 34% dan 43% di puncaknya, Bitcoin dan Ethereum kini telah menghapus seluruh kenaikan tersebut dan berbalik turun sekitar 7% dan 12%. Di tengah koreksi pasar utama, sejumlah segmen justru menunjukkan kinerja relatif lebih baik. Koin privasi seperti Zcash (ZEC) dan Monero (XMR), serta token bursa seperti BNB, OKB, KCS, dan HYPE, tampil lebih resilien dan mengungguli pasar secara keseluruhan.

Memasuki 2026, prospek pasar kripto diperkirakan berbalik lebih bullish, didorong oleh kombinasi perubahan makroekonomi dan meningkatnya partisipasi institusional. The Federal Reserve AS diperkirakan mulai melonggarkan kebijakan moneter seiring meredanya inflasi utama dan inflasi inti. Potensi penurunan suku bunga ini dapat kembali meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah periode kehati-hatian yang panjang.

Dukungan institusional juga diperkirakan semakin kuat. Produk ETF Bitcoin dan Ethereum spot berpotensi menyerap lebih dari 100% penerbitan baru BTC dan ETH, menciptakan tekanan pasokan yang signifikan. Di sisi lain, pembuat kebijakan di AS mulai mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem keuangan arus utama. Langkah ini membuka persaingan langsung antara penerbit kripto dan perbankan tradisional dalam memperebutkan dominasi dolar digital, sekaligus memperkuat legitimasi aset kripto di mata investor global.

Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) berada pada titik balik penting. Volume RWA on-chain yang saat ini masih berada di kisaran miliaran dolar diproyeksikan berkembang menuju triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan. Transformasi ini berpotensi menjembatani keuangan tradisional dan blockchain, menghadirkan efisiensi, transparansi, dan likuiditas yang lebih tinggi bagi berbagai kelas aset.

Dari sisi sektor, Bitcoin dan jaringan Layer-1 tetap menjadi jangkar utama industri. Narasi moneter Bitcoin yang kuat, ditopang oleh suplai tetap dan adopsi yang terus meningkat, menjaga potensinya untuk mencetak level tertinggi baru dalam siklus berikutnya. Kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai penyimpan nilai digital masih menjadi fondasi utama bagi keseluruhan pasar kripto.

Ethereum memasuki 2026 dengan posisi yang lebih solid berkat serangkaian pembaruan yang menurunkan biaya transaksi di Layer-2. Peningkatan skalabilitas ini mendorong aktivitas pengguna dan pengembang, sekaligus membuka jalan bagi proliferasi rollup Layer-2 dan arsitektur blockchain modular. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan tanpa mengorbankan keamanan, memperkuat peran Ethereum sebagai tulang punggung aplikasi terdesentralisasi.

Di sektor DeFi dan stablecoin, evolusi terus berlanjut menuju integrasi aset dunia nyata. Sekuritas yang ditokenisasi dan stablecoin berbunga diperkirakan menjadi agunan inti dalam ekosistem DeFi, menciptakan sumber imbal hasil on-chain yang lebih berkelanjutan. Desain decentralized exchange (DEX) generasi baru dan protokol pinjaman modular juga dikembangkan untuk meningkatkan likuiditas serta manajemen risiko yang lebih efisien.

Sementara itu, sektor-sektor baru mulai mencuri perhatian pasar. Jaringan kecerdasan buatan berbasis kripto dan tokenisasi infrastruktur fisik melalui konsep Decentralized Physical Infrastructure Networks (DePIN) menunjukkan pertumbuhan pesat. Salah satu proyek yang menonjol adalah Bittensor (TAO), sebuah blockchain untuk AI terdesentralisasi yang memberi insentif kepada pengembang untuk melatih dan berbagi model pembelajaran mesin dengan imbalan token. Pada akhir 2025, Bittensor menjalani halving pertamanya, memangkas emisi harian TAO menjadi 3.600 token dan mengadopsi batas suplai maksimum 21 juta, sebuah struktur yang semakin memperkuat narasi kelangkaan dan daya tarik jangka panjangnya.

Dengan kombinasi dukungan makroekonomi, arus modal institusional, serta inovasi teknologi yang semakin matang, tahun 2026 berpotensi menjadi fase kebangkitan baru bagi pasar kripto, di mana volatilitas tetap ada, tetapi peluang pertumbuhan jangka panjang semakin terstruktur dan terarah.

Source: fxstreet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek! Biar Ngerti, Ini 10 Parameter Pemilihan Baterai Listrik

  Indonesia memasuki era baru industri baterai listrik. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengumumkan pembentuk Indonesia Battery Corporation (IBC), induk usaha yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Apakah Indonesia terlambat? Pasalnya sudah 200 tahun terakhir sudah terjadi perkembangan signifikan baik dari segi riset pengembangan hingga penggunaan baterai untuk keperluan sehari-hari. Pemilihan baterai yang tepat tentu menjadi keputusan yang harus diperhatikan dengan teliti dan didasari oleh anslisis yang dalam dan menyuluruh. Pemilihan bateri tentu saja dipengaruhi oleh berbagai batasan, dari harga material hingga keamanan rantai pasokan. Berikut ini 10 parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan baterai: 1. Spesific Energy Spesific energy adalah total muatan energi yang dapat disimpan di dalam baterai. Semakin banyak energi yang mampu disimpan, tentu ...

SMMA Buka Suara Soal Sinarmas AM Bersalah di Kasus Jiwasraya

  Semarang, Kontak Perkasa Futures - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjamin tidak ada dampak yang dirasakan perusahaan atas keputusan pengadilan terkait PT Sinarmas Asset Management (SAM) di perkara korupsi Jiwasraya. Untuk diketahui, SMMA mengendalikan PT Sinarmas Asset Management (SAM) melalui PT Sinarmas Sekuritas, dengan kepemilikan sebesar 99,98%. Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (5/4/2022), SMMA menyebut operasional bisnis dan aset yang dikelola perusahaan tidak terdampak putusan pengadilan. Aktivitas transaksi reksa dana yang dilakukan SAM dipastikan tetap berjalan normal. "SAM dan kami menghormati putusan tersebut dan berterima kasih atas aparat penegak hukum yang telah memproses perkara dimaksud sampai saat ini," tulis perusahaan. Perseroan juga menanggapi putusan denda Rp 1 miliar yang diberikan pengadilan terhadap perusahaan pengelola aset tersebut. SMMA menyebut SAM akan tunduk pada keputusan tersebut jika sudah berkekuatan huku...

Top! Begini Strategi Ekspansi BRMS di Produksi Emas

  Semarang, PT KPF - Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) gencar melakukan ekspansi pengeboran dan pembangunan pabrik demi mencapai target pengolahan 8.500 ton bijih emas per hari. Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan setidaknya ada 3 rencana ekspansi perusahaan yang telah dimulai pada tahun lalu. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. Rencana ekspansi pertama adalah pengeboran 4 prospek emas di Poboya, Palu Selawesi Tengah yang dimulai pada Kuartal II-2021. "Hasilnya segera kita umumkan, yakni pada tahap pertama di November 2021. Targetnya diharapkan kita dapat menemukan tambahan cadangan bijih emas sekitar 5 juta ton dalam bentuk cadangan maupun sumber daya," ujar Herwin dalam sebuah diskusi belum lama ini. Rencana ekspansi selanjutnya adalah adalah pembangunan pabrik pengolahan II dengan kapasitas 4.000 ton perhari. Konstruksi pabrik ini diharapk...