Langsung ke konten utama

Postingan

Hasil RUPS BPR Lestari Bali: Tambah Modal Disetor Rp 100 M

  Semarang, Kontak Perkasa Futures - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Lestari Bali menyepakati aksi perseroan untuk menambah modal disetor Rp 100 miliar. Dalam rapat tersebut, dipaparkan kinerja BPR Lestari Bali yang mencatatkan posisi aset Rp 7,3 triliun, tumbuh Rp 905,3 miliar atau 14,1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. "2 tahun melewati masa krisis dan kondisinya pun masih sulit. Berkat kerja keras seluruh tim dan tentu saja kepercayaan nasabah dan masyarakat, kami bersyukur kami mampu menunjukkan tren positif dan menutup tahun 2021 dengan capaian milestone baru, yaitu aset Rp 7 Triliun. Terima kasih kami ucapkan kepada para nasabah, masyarakat kota Denpasar dan sekitarnya, yang mempercayakan bisnisnya kepada BPR Lestari," kata Pribadi Budiono, Direktur Utama BPR Lestari Bali. Pertumbuhan aset ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan, yaitu berhasil tumbuh Rp 1,2 Triliun atau 27,3% dari periode yang sama di ...

Kena Tekanan Hebat, Awas Rupiah Jeblok ke Rp 14.400/US$

  Semarang, Kontak Perkasa Futures -  Nilai tukar rupiah berfluktuasi melawan dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Kamis (27/1) setelah stagnan kemarin. Banyaknya sentimen negatif yang membayangi membuat rupiah melemah saat pembukaan, tetapi tidak lama kembali stagnan sebelum kembali melemah mendekati Rp 14.400/US$. Melihat pergerakan tersebut, ada kemungkinan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi guna menstabilkan rupiah.  Melansir data Refinitiv, rupiah melemah 0,14% di pembukaan perdagangan sebelum kembali stagnan di Rp 14.350/US$. Namun, rupiah kembali masuk ke zona merah, bahkan lebih dalam sebesar 0,21% ke Rp 14.380/US$ pada pukul 9:05 WIB.  Tekanan besar bagi rupiah datang dari bank sentral AS (The Fed) yang mengumumkan kebijakan moneternya dini hari tadi. Ketua The Fed, Jerome Powell mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga, artinya peluang terjadi di bulan Maret semakin besar. Selain itu Powell menyatakan inflasi beri...

Sering Abai, Gejala Omicron Ini Muncul Saat Buang Air Besar

  Semarang, PT Kontak Perkasa - Gejala khusus ditemukan pada pasien penderita varian Omicron yaitu diare. Ini berbeda dengan orang terinfeksi Covid-19 lain yang mengalami kehilangan indera penciuman. Sebelumnya infeksi Covid-19 bisa dikenali dengan gejala seperti batuk kering terus menerus, demam, hingga kehilangan indera perasa dan penciuman. Sedangkan mayoritas orang penderita Omicron mengeluhkan gejala seperti influenza atau flu biasa. Sejumlah pasien Omicron di Inggris ternyata mengalami masalah diare parah. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Menurut lembaga tersebut, jika pasien mengalami gejala Covid-19 diare menjadi pertanda telah terinfeksi varian Omicron. "Orang dengan sistem kekebalan yang lemah adalah yang paling mungkin mengalami diare dan gejala gastrointestinal lainnya," demikian laporan NBC Chicago, dikutip Rabu (26/1/2022). Laporan John Hopkins Medicine menyebut 20% pasien C...

Soal Batu Bara, Indonesia 'Raja' Dunia...

  Semarang, PT KP Press - Harga batu bara naik lagi. Dengan demikian, harga si batu hitam berhasil membukukan kenaikan selama dua ari perdagangan beruntun. Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup d US$ 220/ton. Naik 2,35% dari posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan ini membuat harga batu bara bertambah dalam dua hari berturut-turut. Selama da hari itu, harga melesat 6,74%. Tren kenaikan harga batu bara belum terhenti. Sejak akhir 2021 ( year-to-date ), harga melambung nyaris 45%. Clyde Russell, Kolumnis Reuters, menilai lonjakan harga batu bara disebabkan oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor. Pada awal tahun, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menyetop ekspor selama sebulan untuk memastikan persediaan batu bara di pembangkit listrik nasional yang kritis. Masalahnya, Indonesia adalah eksportir batu bara terbesar dunia. Selama pasokan dari Indonesia seret, belum ada negara lain ...

Bank Mayora Tidak Besar, Tapi Harta Bosnya Triliunan!

  Semarang, PT KP PRess - Pendiri emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Jogi Hendra Atmadja, berencana melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayora kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rencana akuisisi ini sehaluan dengan rencana bank pelat merah tersebut masuk ke gelanggang bank digital. BBNI berencana mengakuisisi sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham ditambah dengan pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham Bank Mayora dan PT Mayora Inti Utama akan menguasai 36,08% saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Lantas, seperti apa kekayaan pendiri Mayora ini? Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Bank Mayora, Jogi Hendra Atmadja tercatat menguasai sebanyak 70% saham di Bank Mayora. Sisanya...

BI Naikkan GWM pada 2022, Begini Tahapan Lengkapnya!

  Semarang, Kontak Perkasa Futures - Bank Indonesia (BI) mulai mengambil langkah pengetatan likuiditas pada awal tahun ini dengan menaikkan secara bertahap GWM (Giro Wajib Minimum) Rupiah untuk BUK (Bank Umum Konvensional) dan Syariah. Hal ini diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (20/1/2022) "Melakukan normalisasi kebijakan likuiditas dengan tetap memastikan kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN, dengan masih tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang saat ini sebesar 35,12%," jelasnya. Berikut rinciannya: GWM (Giro Wajib Minimum) Rupiah untuk BUK (Bank Umum Konvensional) saat ini sebesar 3,5% menjadi sebagai berikut: Kenaikan 150 bps, sehingga menjadi 5,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 4,0% berlaku mulai 1 Maret 2022; Ken...

Jokowi Beri Subsidi Minyak Goreng, Harga Sawit Melejit!

  Semarang, PT KP Press - Harga komoditas minyak sawit mentah ( Crude Palm Oil /CPO) kembali naik pada perdagangan hari ini, Rabu (19/1/2022), setelah bursa Malaysia tutup memperingati Hari Thaipusam. Pada pukul 09:55 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia berada di MYR 5.176/ton. Naik 2,88% dari perdagangan hari sebelumnya. Tren positif harga CPO telah diperkirakan oleh Analis Teknikal Reuters Wang Tao. Menurutnya, harga CPO bisa naik ke arah MYR 5.106/ton. Namun setelah itu harga CPO diperkirakan akan bergerak turun setelah memenuhi target. Jika harga CPO menembus harga MYR 4.982/ton, maka pergerakan akan terus turun ke kisaran MYR 4.864-4.923/ton. Melihat grafik harian, harga CPO akan menguji titik resistance  MYR 5.170/ton naik 261,8% dari titik terbawah MYR 1.939/ton.  Penurunan harga kemarin lebih disebabkan peralihan kontrak yang dapat berlangsung beberapa minggu sehingga berisiko membuat harga terkoreksi hingga ke M...